Notification

×

Beredar Informasi Meresahkan Publik, BRIN Lakukan Pengecekan Internal

24 April 2023 | 23:18 WIB Last Updated 2023-05-05T13:31:10Z
Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta, 12 Januari 2022. (Foto: Tempo)


JAKARTA - Media sosial ramai memperbincangkan diskusi mengenai penetapan 1 Syawal 1444 H. Sebagaimana diketahui publik, terdapat perbedaan dalam penetapannya.


Sebagian publik merayakan Idul Fitri pada 21 April 2023. Berdasarkan sidang isbath, pemerintah menetapkan Idulfitri pada 22 April 2022.


Isu meresahkan yang beredar mengenai perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 diawali dari diskusi di dunia maya. Dalam percakapan tersebut, sebuah komentar diunggah dan menuai respon warga net.


Isu semakin merebak setelah konten yang serupa juga diperbincangkan melalui platform media sosial twitter. Percakapan tersebut diduga melibatkan sivitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


BRIN mencermati perkembangan isu terkait diskusi maya di media sosial terkait penetapan 1 Syawal 1444 H tersebut.


Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyayangkan hal itu. Dirinya juga segera melakukan pengecekan di internal BRIN.


"Sangat disayangkan, perbedaan ini memicu isu yang kurang produktif dan disinyalir terkait dengan salah satu sivitas BRIN," tuturnya, dalam siaran pers di laman resmi BRIN, brin.go.id, Senin, 24 April 2023.


Ia menjelaskan, saat ini BRIN sedang melakukan pengecekan atas informasi dan status dari penulis komentar yang meresahkan masyarakat tersebut.


Langkah konfirmasi dilakukan untuk memastikan apakah benar sivitas tersebut adalah ASN di BRIN atau bukan.


"Saat ini BRIN sedang melakukan pengecekan kebenaran atas informasi," ungkap Laksana.


"Apabila penulis komentar tersebut dipastikan ASN BRIN, sesuai regulasi yang berlaku BRIN akan memproses melalui Majelis Etik ASN, dan setelahnya dapat dilanjutkan ke Majelis Hukuman Disiplin PNS sesuai PP 94/2021," tambahnya.


Kepala BRIN juga mengimbau agar publik tidak terpancing dengan isu yang beredar dan mengajak publik untuk merujuk pada sumber informasi yang terpercaya.


Ancam Bunuh


Diberitakan sebelumnya, jagat lini masa Twitter dihebohkan dengan status mengerikan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) AP Hasanuddin.


Dalam status itu dia menulis ingin membunuh semua warga Muhammadiyah karena merayakan Lebaran pada Jum’at, 21 April 2023.


Hal itu berbeda dengan pemerintah yang menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah pada Sabtu, 21 April 2023.


Polemik itu bermula dari status Facebook yang ditulis Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djalaluddin.


Mantan kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu heran dengan Muhammadiyah yang tidak taat kepada pemerintah terkait penentuan Lebaran 2023, namun ingin memakai lapangan untuk sholat Idul Fitri.


Eh, masih minta difasilitasi tempat sholat Id. Pemerintah pun memberikan fasilitas,” ujar Thomas dalam status yang viral, dilansir Republika, Senin (24/4/2023).


Status Thomas ditanggapi anak buahnya yang merupakan pakar astronomi BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin.


Melalui akun AP Hasanuddin, ia menuliskan kemarahan atas sikap Muhammadiyah dengan me-mention akun Ahmad Fauzan S.


Kalian Muhammadiyah, meski masih jadi saudara seiman kami, rekan diskusi lintas keilmuan tapi kalian sudah kami anggap jadi musuh bersama dalam hal anti-TBC (takhayul, bidah, churofat) dan keilmuan progresif yang masih egosektoral. Buat apa kalian berbangga-bangga punya masjid, panti, sekolah, dan rumah sakit yang lebih banyak dibandingkan kami kalau hanya egosentris dan egosektoral saja?” kata Hasanuddin.


Dia masih melanjutkan statusnya yang mengancam setelah berdebat dengan warganet lain.


Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian,” kata Andi. (*)