![]() |
| Aryanto Munawar memberikan kesaksian pada sidang lanjutan kasus suap PMB Jalur Mandiri Unila, di PN Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis (9/3/2023). (Foto: Istimewa) |
BANDAR LAMPUNG - Perwira polisi Polda Lampung menitipkan anaknya masuk ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) dengan memberi uang yang disebut 'mahar' Rp 500 juta.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, Aryanto Munawar.
Dia mengaku menitipkan mahasiswa ke FK Unila di tahun 2021 dari AKBP Hepi Asasi yang berdinas di Polda Lampung untuk dimasukkan ke Fakultas Kedokteran Unila dengan mahar Rp 500 juta.
Fakta ini terungkap ketika Aryanto Munawar memberikan kesaksian pada sidang lanjutan kasus suap PMB Jalur Mandiri Unila, di PN Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis (9/3/2023).
Tiga terdakwa dalam kasus ini yaitu Mantan Rektor Unila Prof Karomani, Bekas Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Heriyandi serta Eks Ketua Senat Unila Muhammad Basri
Sebelumnya, Aryanto ditanya Jaksa KPK terkait nama seorang mahasiswa yang diterima di Fakultas Kedokteran Unila.
Dia mengaku tahu dan nama itu merupakan anak dari sahabatnya yakni AKBP Hepi Asasi.
"Iya benar, itu anak dari sahabat saya, Hepi Asasi. Dia Polisi di Polda Lampung," ujar Aryanto.
Dia mengaku, penitipan itu terjadi pada tahun 2021, ketika Hepi menjabat sebagai Wakapolres Lampung Utara.
Adapun mahar dalam proses penitipan itu, diakui oleh Aryanto mencapai Rp 500 Juta.
"Total Rp 500 juta, yang di mana Rp 400 Juta untuk SPI dan Rp 100 juta untuk pembangunan Gedung LNC," kata Aryanto, dilansir detikcom.
Uang suap itu diserahkan dalam dua tahap. Untuk uang senilai Rp 400 juta ditransfer, sementara Rp 100 juta diserahkan perwira polisi itu langsung kepada Aryanto secara tunai.
Penyerahan uang mahar itu disaksikan langsung oleh orang kepercayaan Karomani, yakni Mualimin.
Dalam sidang kali ini, total ada 6 saksi yang dihadirkan oleh jaksa KPK yaitu PNS Dosen FKIP Unila I Wayan Mustika, Anggota DPR RI asal Lampung Tamanuri, Bupati Lampung Timur M Dawam Rahardjo, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung sekaligus Pj Bupati Mesuji Sulpakar, Sekretaris Dinas Pendidikan Lampung Selatan Asep Jamhur dan Sekretaris PWNU Lampung periode 2018 - 2023 Aryanto Munawar. (*)
