| Foto: Ilustrasi/Istimewa |
Lampungonline, Jakarta - Perang Dunia III (World War 3) sepertinya sudah dimulai.
Hal ini dikatakan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky terkait serangan Rusia ke Ukraina, dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Rabu (16/3/2022) malam waktu setempat.
Menurutnya, memang 'hasil' dari serangan Rusia ke Ukraina belum diputuskan. Tetapi mungkin keputusan itu telah memicu perang global skala penuh.
"Sesungguhnya tak ada yang tahu. Mungkin ini sudah terjadi. Dan, apa kemungkinannya jika Ukraina jatuh... Mungkin saja Ukraina jatuh," kata Zelenskyy merujuk ke Perang Dunia III, saat ditanya pembawa acara 'NBC Nightly News', Lester Holt.
"80 tahun lalu saat Perang Dunia II terjadi, tragedi yang sama melanda dunia. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan perang skala penuh bakal meletus" tambahnya, dilansir CNBCIndonesia.
Wawancara terbaru Zelenskyy dengan media AS ini ditayangkan setelah ia memberikan pidato virtual kepada Kongres Amerika Serikat (AS) pada Rabu pagi.
Dia kembali mendorong NATO, di mana AS menjadi pemimpinnya, untuk memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina.
Zelenskyy meminta dukungan yang lebih agresif dari anggota parlemen dan Presiden AS Joe Biden.
Dia menyebut serangan Rusia sebagai "teror yang belum pernah dilihat Eropa selama 80 tahun".
"Saya punya mimpi. ... Saya butuh melindungi langit kami. Saya membutuhkan keputusan Anda, bantuan Anda," katanya memohon.
Sementara AS akan mengirimkan bantuan militer besar-besaran ke Ukraina. Biden mendedikasikan US$ 800 juta kemarin, termasuk 800 sistem anti-pesawat dan 9.000 sistem anti-armor.
Sebenarnya, pernyataan soal Perang Dunia III sudah dimulai sempat dikatakan investor dan miliuner asal AS Bill Ackman.
"Ini terjadi karena Rusia dan Ukraina, meski banyak yang tidak menyadarinya," ujarnya.
Kegagalan Barat menghentikan pendudukan Rusia sebelumnya seperti di Krimea atau Georgia menjadi penyebab.
Ini memberikan keberanian ke Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk mengambil lebih banyak langkah.
Memang, Barat sudah mengendalikan diri dengan hanya memasok senjata ke Ukraina sebagai upaya membantu peperangan di darat tanpa terlibat langsung.
Namun, ini perlu diwaspadai karena Putin bisa terprovokasi dan bisa mengeluarkan nuklir.
"Lalu apa yang kita lakukan ketika (Putin) menginginkan lebih?" tanya Ackman dalam cuitannya.
"Ancaman nuklir tidak berbeda ketika dia mengambil negara berikutnya, apakah itu bagian dari NATO atau bukan. Dan, pada saat itu kita secara strategis lebih buruk."
Ackman sendiri merupakan CEO Pershing Square Capital.
Sebelumnya, ia menyerukan penguncian nasional selama 30 hari dan memperingatkan bahwa "neraka akan datang" dalam sebuah wawancara dengan CNBC saat berbicara terkait virus corona 2020 lalu. (*)