Notification

×

Solusi Jokowi Atasi Kelangkaan Minyak Goreng dengan Menaikkan Harga Ditertawakan

18 March 2022 | 09:17 WIB Last Updated 2022-03-18T02:17:48Z

Joko Widodo alias Jokowi (Foto: Istimewa)


Lampungonline, - Solusi dari Presiden Jokowi mengatasi kelangkaan minyak goreng dengan menaikkan harga, ditertawakan.


Kabinet Jokowi pun dinilai tidak berguna, akibat dicabutnya harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan.


Sebelumnya, harga minyak goreng kemasan dibanderol Rp 14 ribu. Namun, pada 16 Maret 2022 pemerintah mencabut HET, yang membuat salah satu barang pokok di dapur itu mengalami kenaikan harga, hingga hampir Rp 50 ribu per dua liter.


Tak dipungkiri, harga tersebut kemudian membuat para ibu-ibu menjerit karena naik drastis.


Selain harga minyak goreng kemasan yang naik, HET minyak goreng curah juga naik menjadi Rp 14 ribu dari sebelumnya Rp 11.500.


"Pada akhirnya pasar tidak bisa didikte oleh regulasi, jadi akhirnya dibuka juga supaya keekonomian itu ditentukan oleh supply demand secara ekonomi saja dan tidak ada urusan dengan regulasi," kata pengamat politik, Rocky Gerung dikutip dari YouTube miliknya, Jumat (18/3/2022).


Dari kejadian di lapangan tersebut, Rocky Gerung berujar seharusnya pemerintah memberikan konsekuensi dengan mencabut Menteri Perdagangan yang saat ini merupakan peran dari Muhammad Lutfi.


"Karena pasar sudah bekerja, apa lagi yang mesti dia lakukan? Semakin banyak keterangan dari saudara Lutfi, semakin kacau pasarnya. Sekarang terbukti bahwa begitu regulasi diangkat, sistem pasar bekerja, maka supply demand langsung tersedia di pasar itu," ujar Rocky Gerung, dilansir Pikiran-Rakyat.com.


Kondisi tersebut dinilai Rocky Gerung membuat janji yang diberikan Jokowi mengenai pasokan minyak goreng menjadi bahan lelucon pasar.


Sebelumnya, Jokowi menjanjikan akan memberikan solusi atas kelangkaan minyak goreng yang terjadi di masyarakat.


Bahkan, Lutfi juga berujar jika masyarakat tidak akan kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng pada saat bulan Ramadhan.


Stok minyak goreng kemasan saat ini telah melimpah, tetapi kelimpahan tersebut juga disertai dengan kenaikan harga yang tinggi.


"Janji Presiden itu yang kacau bahwa dia bisa menyelesaikannya dengan cara yang ajaib. Jadi ditertawakan pasar dan semua janji Presiden akhirnya batal. Jadi memang tidak ada gunanya kabinet ini," ucap Rocky Gerung. (*)