Notification

×

Rocky Gerung: Munarman Dulu Memang Brutal, Tapi Sekarang Dia Ubah FPI Jadi Organisasi Sosial dan Anti ISIS

03 March 2022 | 09:04 WIB Last Updated 2022-03-03T02:07:09Z

Rocky Gerung (Foto: Istimewa)


Lampungonline, Jakarta -- Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung mengaku pernah mengenal mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI), Munarman sebagai sosok yang brutal.


Namun, Munarman berhasil berubah dan menjadikan FPI yang didirikan Rizieq Shihab sebagai gerakan sosial yang anti ISIS.


Hal ini Rocky sampaikan saat dihadirkan sebagai ahli dalam sidang kasus dugaan tindak terorisme Munarman, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/3/2022).


Rocky mengaku bersentuhan dengan banyak peristiwa kekerasan di Indonesia. 


Salah satunya adalah aksi kekerasan FPI di Monas pada 2008 silam, di mana Munarman terlibat di dalamnya.


"Saya tahu dari awal, orang ini (Munarman) perangainya brutal, bahkan sebelum dia di FPI, FPI diam saja, waktu (sebelum di FPI Munarman) di LBH," kata Rocky di ruang sidang.


Rocky juga mengaku pernah diperiksa sebagai ahli dalam sidang yang melawan FPI. 


Karena tak ingin bersikap prejudice, ia hanya menjelaskan persoalan perkara itu secara datar.


Menurut Rocky, orang-orang semestinya adil dalam melihat Munarman. Perubahan psikologis yang melatarbelakangi perangai orang mesti dipahami.


Ia lantas bertanya apakah Munarman yang dulu berwatak keras saat melakukan kekerasan di Monas, sama dengan Munarman hari ini yang mengubah FPI menjadi gerakan sosial dan anti ISIS


"Sekarang kita uji misalnya, itu watak yang benar dari Munarman yang di Monas apa yang di sekarang, yang anti ISIS, yang menjadikan FPI sebagai gerakan sosial yang mengambil alih fungsi dari departemen sosial?" ujar Rocky, dilansir CNNIndonesia.


Rocky kemudian menyebut bahwa tata bahasa yang digunakan 'istana' dalam menggambarkan Munarman merupakan bahasa lama. 


Di sisi lain, publik dihalangi 'istana' untuk menggunakan tata bahasa yang baru.


"Jadi sebetulnya 'istana' selalu ingin memelihara musuh dalam selimut supaya dia selalu ada hak untuk mengganti selimut sekaligus musuh," tutur Rocky.


Sebelumnya, Munarman didakwa telah menggerakkan orang untuk melakukan tindakan teror dan membantu tindakan terorisme. 


Ia disebut menghadiri acara baiat kepada ISIS dan Abu Bakar Al Baghdadi di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.


Selain itu, Munarman juga menghadiri acara baiat yang sama yang dikemas dalam agenda Tabligh Akbar FPI di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 


Munarman juga disebut mengajak peserta forum di UIN Sumatera Utara untuk mendukung ISIS. (*)