Notification

×

Peternak Ayam Petelur Lampung Kecewa dengan Pemerintah karena Harga Pakan Terus Naik

11 March 2022 | 12:34 WIB Last Updated 2022-03-11T05:34:03Z

Foto: Ilustrasi/Istimewa


Lampungonline, Bandar Lampung - Kelompok Ternak Ayam Petelur (Ketat) Sejahtera Mandiri mengggelar aksi unjuk rasa dengan membagikan ratusan ekor ayam dan ratusan kilogram telur secara gratis kepada masyarakat.


Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di jalan Wolter Mongonsidi tepatnya di traffic light atau lampu lalu lintas lingkungan kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/3/2022).


"Ayam yang kami bagikan gratis kepada masyarakat ada 100 ekor dan telurnya sendiri ada 300 kilogram. Ini sebagai bentuk kekecewaan kami kepada pemerintah karena harga pakan yang terus naik," ujar Ketua Ketat Sejahtera Mandiri, Subiyanto.


Menurutnya, harga pakan ternak saat ini berada diangka Rp345 ribu hingga Rp370 ribu per sak. Sementara harga yang diinginkan oleh para peternak yakni dibawah Rp300 ribu per sak nya.


"Maka kami meminta agar pemerintah dapat memberikan solusi atau bantuan terutama kepada peternak ayam petelur dengan skala kecil atau dibawah 5.000 ekor agar mereka tetap bisa berkontribusi," kata Subiyanto, dilansir Kupastuntas.co.


Marketing Manager PT. Japfa Comfeed, Ruslan Dwi Fahrudy, mengungkapkan jika saat ini perusahaan feedmill juga tengah mengalami kesulitan akibat, tingginya harga bahan baku pakan. 


"Pakan ternak ini 50 persen jagung, sementara sisanya untuk sumber protein seperti bungkil kedelai ini tidak dijual di Indonesia. Kami impor dari China dan India. Sementara saat ini harga tinggi karena mengikuti harga dunia," ungkapnya.


Ia juga mengungkapkan jika pihaknya saat ini tengah kesulitanmendapatkan bahan baku pakan ternak.


Dimana proses pembelian hingga bahan baku tersebut sampai dan siap di produksi membutuhkan waktu hingga tiga bulan.


"Waktu perjalanan yang ditempuh untuk bahan bakunya sampai itu membutuhkan waktu hingga tiga bulan.  Ini sangat sulit. Kami ingin membantu untuk menekan biaya namun kami juga kesulitan dan tidak ada daya untuk menurunkan harga pakan," kata dia. (*)