Notification

×

Kata Pengusaha Kelapa Sawit, Minyak Goreng Langka karena Harga CPO Naik

09 March 2022 | 09:59 WIB Last Updated 2022-03-09T03:10:23Z

Kelapa sawit (Foto: Ilustrasi/Istimewa)


Lampungonline, Jakarta - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengungkapkan fenomena kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini.


Menurut Joko, kelangkaan itu terjadi akibat kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya belakangan ini sangat besar, menyusul lahan perkebunan sawit semakin terbatas.


"Sementara itu, permintaan minyak goreng terus meningkat," ungkap Joko, Selasa (8/3/2022).


Selain itu, faktor cuaca juga memengaruhi penurunan produksi CPO dalam dua tahun terakhir dan ikut mendorong kenaikan harga.


Data Gapki menunjukkan pada 2020, produksi CPO turun 0,3 persen dari 47,18 juta ton pada 2019.


Pada 2021 produksi CPO Indonesia mencapai 46,88 juta ton. Angka ini berkurang 0,31 persen dari produksi 2020 yang mencapai 47,03 juta ton.


Sedangkan, produksi 2022 diperkirakan meningkat sebesar 4,52 persen menjadi 49 juta ton.


Sebelumnya, beberapa pekan ini masyarakat kembali mengeluh dengan kelangkaan minyak goreng yang terjadi di pasaran.


Berdasarkan pengamatan secara langsung di minimarket dan supermarket di wilayah Jakarta Selatan minyak goreng tidak tersedia, bahkan di toko kelontong menawarkan dengan harga yang tinggi.


Kelangkaan minyak goreng itu bahkan membuat enam produsen minyak goreng berhenti produksi karena tidak mendapat pasokan CPO.


Gangguan Distribusi


Di saat yang sama, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan jika saat ini ada gangguan yang membuat distribusi minyak goreng terganggu.


Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, menegaskan minyak goreng ada dan tergolong minyak goreng murah.


Namun, ada yang mempermainkan sehingga memicu gangguan pasokan.


"Secara prinsip minyak goreng yang beredar ada, minyak goreng yang saat ini sudah dikategorikan minyak goreng murah, tapi ada yang mempermainkan," tutur Oke, dalam sebuh diskusi virtual, Selasa (8/3/2022). (*)