Notification

×

Gubernur Lampung Sebut Tanah yang Dibawa ke IKN Pernah Dipijak Patih Gajah Mada

15 March 2022 | 10:10 WIB Last Updated 2022-03-15T03:10:31Z

Penyerahan tanah dan air oleh Gubernur Lampung kepada Presiden Joko Widodo di IKN Nusantara.(Tangkapan layar Biro Setpres/YouTube)


Lampungonline, Bandar Lampung -Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membawa tanah dan air ke lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari tiga kabupaten di wilayah setempat.


Tanah yang dibawa Arinal itu disebut memiliki filosofi yang berkaitan dengan Patih Gajah Mada dan perkembangan kebudayaan.


Saat diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), tanah dan air tersebut dikemas dalam nampan dan teko berwarna emas yang biasanya dilakukan dalam upacara adat di Lampung.


Dalam keterangan tertulis, gubernur mengatakan tanah yang dibawanya diambil dari dua kabupaten, yakni Tanggamus dan Pesisir Barat. Sedangkan air dari Way Kanan.


Menurut Arinal, dalam literatur yang pernah dibacanya, Tanggamus dan Pesisir Barat sering disinggahi Patih Gajah Mada saat melakukan misi penyatuan nusantara.


"Gajah Mada sering melintas dari Nusa Tenggara ke Jawa hingga ke Sumatera. Maka saya ambil tanah itu dari lokasi yang sering disinggahi Gajah Mada yakni di Tanggamus dan Pesisir Barat," kata Arinal, dalam keterangan tertulis, Senin (14/3/2022).


Dengan latar belakang literatur ini, Arinal pun memutuskan membawa tanah dari dua lokasi tersebut.


Secara filosofis, menurut gubernur, kedua lokasi yang sering dikunjungi Gajah Mada ini adalah simbol persatuan nusantara.


"Dasar itu yang saya jadikan landasan, agar IKN Nusantara ini dengan doa dan upaya usaha menjadi pilihan yang terbaik sebagai Ibukota Negara pada masa yang akan datang," kata Arinal, dilansir Kompas.


Sedangkan air diambil dari Sungai Way Kanan yang melintasi Kabupaten Way Kanan.


Sungai ini, lanjut gubernur, memiliki sejarah terbentuknya Kabupaten Way Kanan.


"Karena Sungai Way Kanan, Kabupaten Way Kanan ini terbentuk," kata Arinal.


Secara filosofis, air yang diambil dari Sungai Way Kanan ini ingin menunjukkan kebudayaan yang tercermin dari kabupaten tersebut.


Menurut Arinal, Way Kanan terbentuk dari lima kebudayan, lima keadatan, lima kepemimpinan dan lima ketokohan.


"Yang sampai hari ini menujukkan kesejukan berpikir, beretika, dan bermoral yang baik bagi pendatang dan masyarakat sekitar," kata Arinal.


Sehingga, nilai-nilai yang ingin disampaikan IKN Nusantara menjadi pusat kebudayaan yang bermartabat dan bersahaja. (*)