| Kegiatan pasar murah di Kecamatan Bumi Waras. (Foto: IDN Times) |
Lampungonline, Bandar Lampung - Saat ini, kasus pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kota Bandar Lampung masih yang paling tinggi di antara kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Lampung.
Namun, Pemkot Bandar Lampung tetap menggelar Pasar Murah di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Senin (14/2/2022).
Bahkan,Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana berencana akan membuat tiga putaran pasar murah di ibu kota Provinsi Lampung itu.
Rencananya, pasar murah ini akan digelar di 20 kecamatan, sehingga masyarakat tidak terlalu jauh menjangkau pasar murah yang digelar.
“Jadi tidak perlu berebut, tidak perlu panic buying,” kata Eva ketika menghadiri acara Pasar Murah di Sukaraja, Bumi Waras, Senin.
Ironisnya, alasan Pasar Murah sebelumnya tertunda karena kasus COVID-19 melonjak, tapi kini dilanjutkan kembali.
“Hari ini kita adakan dulu di Bumi Waras. Kemarin rencananya kita adakan pekan lalu, tapi tertunda. Sekarang kita lanjutkan kembali,” jelas Eva, dilansir IDNTimes.
Sebelumnya memang telah digelar pasar murah di Kecamatan Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang Pusat, dan Teluk Betung Timur.
Selanjutnya pada Selasa (15/2/2022) besok di Kecamatan Tanjung Senang (Lapangan ATP), Panjang (Lapangan Baruna), dan Kemiling (Masjid Darusalam Sumberejo).
“Sementara tujuh kecamatan ini dulu. Insha Allah ke depan di 20 kecamatan,” ungkap Eva.
Dijelaskan, pasar murah akan diadakan dalam tiga putaran, dengan dua putaran lainnya ditargetkan menyeluruh ke 20 kecamatan.
“Kita rencana ada tiga putaran. Yang pertama pasar murah saat ini, kedua nanti ketika mendekati bulan puasa atau Ramadhan dan ketiga mendekati lebaran Idul Fitri,” ujar Eva.
Dia optimistis stok sembako yang dijual termasuk minyak goreng akan tersedia.
“Insha Allah, optimis stok kita aman, pasti bisa dan semoga dalam waktu dekat ini minyak goreng kembali aman,” kata Eva.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mengatakan, pemkot menyiapkan 1.000 liter minyak goreng untuk pasar murah.
“Awal sekitar 500 liter. Tapi kita sedang menunggu tambahan stok PT Bumi Waras. Alhamdulillah sedang dalam pengangkatan, ditambah lagi 500 liter,” katanya.
Minyak goreng kualitas premium dihargai Rp14.000 per liternya di pasar murah tersebut.
Ia mengatakan saat ini sidak dan pengawasan pangan masih tetap berjalan dan sedang berusaha melakukan operasi pasar di kecamatan, khususnya minyak goreng. (*)