| Tamrin Tomagola (Foto: Istimewa) |
Lampungonline, Jakarta - Ekonom senior, Faisal Basri memprediksi jika pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan ambruk sebelum tahun 2024, atau sebelum pemilihan presiden (Pilpres) digelar.
Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Tamrin Tomagola turut menanggapi pernyataan Faisal Basri.
Melalui akun Twitter pribadinya @tamrintomagola, sosiolog UI tersebut merespons kabar habisnya kekayaan alam Indonesia oleh segelintir pihak.
Tamrin Tomagola awalnya menanggapi kabar terkait habisnya kekayaan alam Indonesia seperti hutan dan nikel oleh ulah para pejabat dan pengusaha.
Alhasil, situasi tersebut malah mengantarkan masyarakat Indonesia pada berbagai macam bencana.
Oleh karena itu, dia menilai situasi tersebut sebagai suatu kegilaan, yang entah sampai kapan akan dibiarkan terus menerus.
"Apakah kegilaan ini terus kita biarkan?," katanya, dilansir dari akun Twitter @tamrintomagola pada Senin, 31 Januari 2022.
Atas kondisi negara yang tak karuan ini, Tamrin Tomagola lalu menyinggung prediksi Faisal Basri.
Dia meminta publik untuk ikut mendoakan agar ramalan soal rezim Jokowi yang ambruk sebelum tahun 2024 dapat terwujud.
"Ayo kita ikut doakan agar ramalan @FaisalBasri bahwa rezim ini akan ambruk sebelum 2024 terwujud!," ujar Tamrin, dilansir Galamedia.
Diketahui, prediksi Faisal Basri yang disoroti Tamrin Tomagola itu muncul dalam salah satu webinar bertajuk 'Benturan Kepentingan dan Bisnis Pejabat: Dampak Kerusakan dan Modus Operandinya'.
Dalam pernyataannya, Faisal Basri membahas soal oligarki yang sudah mengeruk banyak kekayaan alam Indonesia seperti batu bara sawit dan lainnya.
Oligarki tersebut menurutnya serupa dengan koalisi jahat yang tidak abadi, dan akan saling terbuka membuka keburukan masing-masing karena tidak meratanya pembagian.
"Jadi mereka (kelompok oligarki) sekarang pada masa fase buka-bukaan. Pada fase saling membuka borok dan sebagainya dan sebagainya itu," ujar Faisal Basri.
"Saya prediksi sih nggak sampai 2024 secara moral pemerintahan ini sudah ambruk karena mayoritas elitnya sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Melakukan skandal dan skandalnya makin besar," tambahnya. (*)