Notification

×

Anakidah! Siswa, Pegawai dan Guru di Bandar Lampung Terpapar COVID-19, PTM Kembali Ditunda

03 February 2022 | 20:06 WIB Last Updated 2022-02-03T13:06:26Z

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana
(Foto: Istimewa)

Lampungonline, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, yang sedianya digelar mulai Senin, 7 Februari 2022.


Penundaan PTM di Bandar Lampung ini didasari adanya pelajar dan pegawai di Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) serta siswa dan satu guru SMAN 1 yang terpapar COVID-19.


Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan, pihaknya menggelar rapid test antigen di SMTI.


Dari 850 siswa yang dites, lima orang dan satu pegawai yang terpapar COVID-19.


“Dengan berat hati PTM yang akan dibuka 7 Februari kami tunda selama dua pekan ke depan, karena kasus positif COVID-19 meningkat kembali,” ujar Eva, Kamis (3/2/2022).


Oleh sebab itu, lanjut dia, pelaksnaan PTM untuk sekolah di bawah naungan Pemkot Bandar Lampung yakni SD dan SMP, TK serta PAUD, terpaksa ditunda dan pembelajaran tetap dilakukan secara dalam jaringan (daring).


Namun begitu, Wali Kota Bandar Lampung mengatakan bahwa apabila dalam dua pekan kasus COVID-19 membaik atau menurun, PTM secepat mungkin akan dibuka.


“Kepada wali murid dan masyarakat dengan berat hati kebijakan ini kami ambil karena lebih baik sehat semuanya. Kemudian saya juga minta tolong prokes tetap dilakukan dengan ketat,” kata Eva, dilansir Suaralampung.


Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung dalam 7 hari terakhir, pasien positif COVID-19 di Kota Bandar Lampung tercatat sebanyak 106 kasus.


Siswa dan Guru


Sejumlah siswa dan guru di SMAN 1 Bandar Lampung juga terpapar COVID-19.


Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, Ngimron Rosadi, mengatakan, ada satu guru dan tiga siswa di tempatnya yang terpapar COVID-19.


Empat warga SMAN 1 Bandar Lampung yang terpapar COVID-19 tersebut dinyatakan reaktif dalam pelaksanaan pemeriksaan antigen oleh Satuan Tugas COVID-19 Kota Bandar Lampung.


“Total yang diperiksa untuk guru dan siswa ada 95 orang, dan untuk yang reaktif sementara waktu diminta untuk melakukan isolasi di kediaman masing-masing dan diawasi puskesmas terdekat,” ujarnya.


Setelah adanya kasus reaktif COVID-19 tersebut akan diusahakan pelaksanaan tes usap bagi 828 orang siswa, bekerjasama dengan dinas dan satuan tugas terkait.


“Untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Sedangkan untuk pelaksanaan pemeriksaan untuk 828 siswa akan bekerjasama dengan Satgas COVID-19,” jelas Ngimron.


Di SMTI Bandar Lampung, ada lima siswa dan satu pegawai yang terkonfirmasi positif COVID-19.


Kasubag TU SMTI Bandar Lampung, Yuni Dwi Kurniawan mengungkapkan, enam kasus positif COVID-19 di lingkungan sekolah tersebut didapat setelah pelaksanaan penelusuran kasus secara rutin di lingkungan sekolah.


“Kebetulan di sini ada alatnya. Jadi kita lakukan tes secara rutin per 60 siswa. Pertama didapatkan satu kasus positif lalu dilanjutkan tes bagi 250 siswa dari total siswa sebanyak 900 orang,” kata dia.


Setelah didapatkan kasus positif COVID-19 tersebut, pihaknya menghubungi Satuan Tugas COVID-19 dan memutuskan untuk melaksanakan sekolah secara daring.


“Lalu kita ambil langkah antisipatif dengan meliburkan siswa sementara waktu, serta mendesinfeksi seluruh ruangan,” ucapnya.


Untuk keberlanjutan PTM, pihaknya masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung serta Satgas COVID-19.


“Untuk pilihan pelaksanaan PTM atau sekolah secara daring masih menunggu arahan selanjutnya,” ujar Yuni. (*)