Notification

×

Jargas Sudah Dipasang di Delapan Kecamatan Se-Bandar Lampung

31 July 2018 | 06:54 WIB Last Updated 2018-07-30T23:54:25Z
(foto: istimewa)

LAMPUNGONLINE.CO.ID -  Program Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas RT) Tahun Anggaran 2017 telah dipasang di delapan kecamatan se-Kota Bandar Lampung oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di wilayah Lampung.

Khusus Kota Bandar Lampung dalam program ini mendapatkan jumlah sambungan terbanyak diantara Kota/Kabupaten lainnya yakni sejumlah 10.321 sambungan.

Dari jumlah tersebut secara keseluruhan telah terpasang di lokasi yang telah direncanakan sesuai Front End Engineering Design (FEED).

Selain Bandar Lampung, PGN juga telah mengalirkan gasnya di kota Mojokerto, Kab Musi Banyuasin, Rusun Kemayoran DKI Jakarta, dengan total sambungan berjumlah 28.778 Rumah.

“Sambungan Jargas RT ini telah dapat dinikmati oleh warga di delapan kecamatan yakni di Tanjung Karang Pusat, Tanjung Karang Barat, Sukarame, Way Halim, Teluk Betung Utara, Tanjung Senang, Labuhan Ratu, dan Kedaton," ujar Sales Area Head (SAH) PGN Area Lampung, Wendi Purwanto, kepada media, dilansir Tribunnews, Selasa (31/7/2018).

Dikatakannya, PGN akan selalu siap mengemban tugas yang diamanatkan oleh Pemerintah untuk memastikan gas bumi tersebut dapat dinikmati oleh warga Bandar Lampung dengan aman, komitmen terhadap layanan prima, serta kepastian kontinuitas penyediaan bahan bakar gas bumi demi kelancaran penyaluran kepada masyarakat.

Wendi pun menyebutkan bahwa untuk menjadi pelanggan jargas PGN seorang warga tidak perlu membeli kompor khusus tapi cukup melakukan konversi kompor eksisting.

“Pelanggan tidak perlu membeli kompor baru ketika akan menggunakan gas bumi tersebut, cukup dilakukan konversi saja yakni mengubah bagian tertentu dari kompor tersebut,” jelasnya.

Terkait dengan pembayaran pelanggan, prosesnya semakin mudah karena pelanggan dapat membayar melalui beberapa cara diantaranya, melalui ATM BRI, Mandiri, BCA, BTN, Indomaret, maupun PPOB setempat.

Hingga saat ini, proses tersebut hampir mencapai 50% dari total sambungan Jargas RT yang telah terpasang. Ditargetkan bulan September 2018, seluruh sambungan Jargas RT terpasang dan masyarakat akan dapat memasak menggunakan gas bumi.

“Sambungan Jargas RT ini telah dapat dinikmati oleh warga di delapan kecamatan yakni di Tanjung Karang Pusat, Tanjung Karang Barat, Sukarame, Way Halim, Teluk Betung Utara, Tanjung Senang, Labuhan Ratu, dan Kedaton,”ujar Wendi.

Warga Bandar Lampung yang telah menikmati kemudahan serta murahnya gas bumi PGN adalah Mujian, warga Jalan Amir Hamzah Gang Pemborong itu, hanya perlu membayar Rp. 19.500 selama menggunakan gas bumi untuk memasak.

Hal yang demikian pula dirasakan oleh Supartoyo warga Jalan Durian I, dirinya hanya membayar Rp. 28.500 untuk pemakaian gas bumi selama 1 bulan.

Sementara itu, Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Lampung, Jefri Aldi menambahkan, program Jargas RT yang disusun Pemerintah ini sangat membantu masyarakat Bandar Lampung dari berbagai sisi.

"Di antaranya adalah Gas Bumi merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, lebih mudah serta aman dalam pemanfaatannya, tanpa kekhawatiran akan ketersediaannya kapan pun masyarakat ingin menggunakan, serta yang tidak kalah penting adalah lebih murah jika dibandingkan oleh elpiji," ujarnya.

Pihaknya mengharapkan bahwa di tahun berikutnya, Pemerintah akan tetap mengalokasikan sejumlah sambungan untuk warga Bandar Lampung.

Bahkan dirinya menyatakan siap mendukung apabila diluar sektor Rumah Tangga, seperti Rumah Makan, Hotel, Kafé, bersedia beralih ke sumber energi gas bumi tersebut.

Sangat Terbantu

Sementara, Sinta, seorang ibu penjual barang kebutuhan harian, yang berada di Gang Manggis, Jalan Mangga, Desa Waydadi, Bandar Lampung, mengaku sangat terbantu.

Ia menjelaskan bahwa, karena adanya meteran dirinya bisa melihat besarnya penggunaan gas dibanding dengan elpiji tabung. Bahkan dia mengaku dapat berhemat setelah menggunakan Jargas RT tersebut.

“Bagi orang kecil seperti kami ini, saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah. Alhamdulilah masakpun jadi lebih hebat. Bagi kami, meski kecil, selisih uang sangat berarti bagi kami. Jargas ini membuat saya lebih mudah mendapatkan gas dan hemat. Sebelumnya, tiap minggu saya membel gas 3 kg, total sebulan menghabiskan Rp 80 ribu. Dengan jargas ini saya cuma bayar Rp 40 ribu sebulan, jadi lebih hemat 50%,” ujar Sinta kepada Sales Area Head PGN Area Lampung, Wendi Purwanto, Jumat (27/7/2018).

Masih menurut Sinta, penggunaan jargas juga lebih mudah. Bagi ibu-ibu rumah tangga, melihat langsung besar ke “meteran” pengukur merupakan bentuk disiplin untuk mengontrol diri.

Selain itu, ibu rumah tangga tidak perlu bongkar pasang tabung gas atau juga mengganti selang gas yang mengundang risiko kebocoran.

“Yang paling penting kita bisa membayar tagihan bulanan dari mana saja, seperti di Indomaret. Selain hemat, kemudahan-kemudahan itulah yang mendorong warga kampung di sini beralih ke jargas. Namun saya usul pak, sebenarnya sih kalau PGN mau memberi kompor baru sih, lebih joss,” ujar Sinta yang disambut gelak tawa awak media yang hadir.

Dari beberapa pemantauan dan wawancara dengan beberapa warga pengguna jargas, diperlukan sosialisasi berulangkali terkait dengan beberapa hal termasuk denda jika terlambat membayar, customer center kalau ada masalah dengan jargas dll.

Wendi Purwanto menjelaskan, Ibu Sinta merupakan salah satu dari 10.321 rumah tangga di Bandar Lampung yang mendapatkan fasilitas jargas RT. PGN berkomitmen terus memperluas jaringan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi (Jargas) di berbagai daerah dan tidak hanya di Bandar Lampung saja.

“Semoga jargas RT ini bisa dinikmati oleh seluruh daerah Lampung sampai ke pelosok. Namun semuanya membutuhkan waktu. Jika cerita ibu Sinta mampu menghemat Rp 40 ribu sebulan, tinggal dikalikan saja berapa rupiah yang dapat dihemat oleh seluruh rumah tanggal di Lampung. Jika 40 ribu itu, ditabung dalam koperasi ataupun bank, setiap bulannya, ekonomi Lampung akan sangat terbantu. Atau juga Rp 40 ribu digunakan untuk usaha bersama para warga, yang hasilnya juga untuk para warga, tentu kekuatan ekonomi di Lampung bisa terbangun lebih cepat,” ujarnya. (*)