Notification

×

Kemenhub: Pandangan Masyarakat soal Lampung Tidak Aman Harus Diubah

12 June 2018 | 13:15 WIB Last Updated 2018-06-12T11:03:07Z
Polisi bersepeda berpatroli di Terminal Rajabasa (ist)

LAMPUNGONLINE.CO.ID - Selama ini, banyak masyarakat yang takut melakukan penyeberangan ke Lampung pada malam hari. Tentu saja alasannya karena aspek keamanan.

Menyeberang ke Lampung pada malam hari dinilai rawan terjadi tindak kriminal. Pandangan masyarakat tentang mudik ke Lampung yang tidak aman harus diubah.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setyadi menyatakan, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengaku masih ada stereotipe lama masyarakat di Jabodetabek yang akan pulang ke Lampung.

Menurut mereka, Lampung adalah daerah yang tidak aman.

"Mereka masih menggunakan pola seperti itu," kata Budi di Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Menurut Budi, Kapolda Lampung telah menjamin keamanan penyeberangan selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Jaminan keamanan tersebut harus disampaikan kepada masyarakat.

Dengan demikian, akan terjadi perubahan perilaku masyarakat. Kalau tidak, masyarakat akan terus-menerus takut untuk melakukan penyeberangan pada malam hari sehingga terjadi antrean panjang.

"Kalau sudah menjamin, sampaikan di media sehingga masyarakat berubah perilakunya," tutur Budi, dilansir kompas.

Budi pun menyatakan, layanan transportasi darat di Lampung untuk masyarakat yang menyeberang di malam hari pun sudah dipastikan. Terkait hal ini, sudah dilakukan imbauan kepada Kadishub setempat.

Secara terpisah, Tito menyatakan telah menginstruksikan seluruh kepala polres di Provinsi Lampung untuk memberantas begal yang meresahkan warga dan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung.

"Saya minta semua kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka kapolresnya yang saya 'begal' (pecat). Paham kan maksud saya?" ujar Tito, saat ditemui usai kunjungan ke areal Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

Tito lalu meminta para kapolres dan jajarannya membuat tim khusus untuk mewujudkan hal tersebut.

"Kapolres semua harus buat tim khusus, tangkapin dulu mereka, kalau tidak tempel mereka, kalau masih belum bisa juga, silakan minta bantuan kapolda untuk menurunkan anggotanya yang bersenjata guna atasi begal ini," ujar Tito. (*)