Notification

×

Kapolda Lampung: Masalah Begal Bukan Hanya Soal Hukum, juga Sosial-Ekonomi

12 June 2018 | 17:45 WIB Last Updated 2018-06-14T01:17:24Z
Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana (ist)

LAMPUNGONLINE.CO,ID, LAMPUNG - Permasalahan begal bukan hanya soal tindak pidana (hukum), tapi juga harus dilihat faktor lainnya seperti masalah sosial seperti pengangguran dan faktor ekonomi.

Hal itu diungkapkan Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana, menanggapi instruksi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, saat meninjau Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Senin (11/6/2918).

Saat itu Kapolri Tito mengatakan akan 'membegal' (memecat) kapolres di Lampng yang tak mampu mengatasi permasalahan begal.

"Saya sudah utarakan permasalahan tersebut kepada Kapolri," ujar Kapolda Suntana.

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku begal tersebut. Namun, tindak kejahatan seperti begal tidak bisa dihilangkan seratus persen.

"Tindak pidana begal seperti teori balon, satu dipencet akan muncul kembali di tempat yang lain," jelas mantan wakapolda Metro Jaya ini, dilansir kriminolog.

Namun demikian pihaknya tidak tinggal diam. Guna mengatasi begal, Polda Lampung beserta jajaran tak hanya melakukan tindakan represif.

Namun juga melakukan upaya humanis di lokasi yang diduga tempat begal. Salah satu caranya dengan melakukan bakti sosial pemberian sembako, sunatan massal dan pengajian.

"Kami melakukan bakti sosial di wilayah banyak begal seperti Jabung, Sukadana, dan daerah lainnya," terang Kapolda Suntana.

Saat ini, ia mengungkapkan, para kapolsek dan kapolres merasa stres karena perintah Kapolri yang menyatakan bahwa di bawah wilayahnya tidak ada begal.

Sebelumnya, kepada wartawan di Bakauheni, Kapolri Tito mengatakan apabila ada begal, maka kapolres akan dipecat.

Pernyataan Kapolri itu merupakan perintah dan konsekuensinya harus bekerja lebih serius untuk melakukan semua segala pencegahan.

Kapolri dalam kunjungan kerjanya di Bakauheni menginstruksikan seluruh kapolres di Lampung memberantas pelaku pembegalan yang meresahkan masyarakat dan para pemudik yang melintas.

"Saya minta seluruh Kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka Kapolresnya yang saya begal. Pahamkan maksud saya," tegas Kapolri.

Tito juga meminta kepada Kapolres dan jajarannya harus membuat tim khusus untuk menangkap para pelaku pembegalan tersebut. (*)