Notification

×

Lagi, Warga Lampung Tewas Ditembak Begal, Sampai Kapan?

27 April 2018 | 22:02 WIB Last Updated 2018-04-27T15:02:29Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG ONLINE - Lampung belum aman dari begal motor. Korban nyawa kembali jatuh. Safrudin (25) warga Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, tewas ditembak pelaku begal, Kamis (26/4/2018) sekitar pukul 05.30 WIB. Sampai kapan?

Warga Dusun Lebak Kelapa, Desa Bandar Kagungan Raya, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara itu meregang nyawa usai ditembak begal di Jalan Raya SKB, Desa Bandar Kagungan Raya, Abung Selatan.

Saat itu, korban sedang mengantarkan kakaknya, Siti Fatimah (28), ke Pasar Propau, Desa Bandar Kagungan Raya, Abung Selatan dengan mengendarai motor Honda Beat BE 3266 KQ.

Setiba di lokasi, perjalanan mereka terhalang kayu yang melintang di jalan. Ketika itulah, dua pelaku keluar dari semak-semak dan menyerang korban.

“Seorang pelaku langsung menembak. Saya dengar letusan senjata api. Saya langsung turun dari motor, berlari ke rumah paman yang berjarak 500 meter dari lokasi,” kata Siti Fatimah ketika ditemui di Ruang Alamanda RSU M Yusuf Kalibalangan.

Setibanya di rumah pamannya itulah, Siti baru sadar paha kirinya mengalami luka robek. Diduga akibat sabetan golok pelaku.

Selanjutnya, Siti bersama pamannya menuju ke lokasi kejadian. Di sana mereka melihat Safrudin sudah tewas bersimbah darah, dilansir tribunlampung.

Tidak Merokok

Sobli (37), kakak ipar korban, mengatakan, adiknya terkena tembakan di ketiak kirinya. Peluru diduga tembus ke dada kanan korban.

Setelah itu, jenazah Safrudin dibawa ke RSU M Yusuf. Selanjutnya korban dilarikan ke RSU Ryacudu, Kotabumi untuk diperiksa apakah ada serpihan peluru bersarang di tubuhnya.

Menurut Sobli, korban merupakan anak yang penurut. Setiap harinya, dihabiskan waktu untuk membantu keluarganya.

"Saya tahu betul anak ini penurut banget. Kawan-kawannya merokok, dia disuruh merokok aja nggak mau," kenang dia, saat ditemui di RSU Ryacudu Kotabumi.

Terlebih, sebelum ajal menjemput korban, dirinya melihat Safrudin sedang bermain dengan anaknya hingga Kamis dini hari. Mungkin, itulah terakhir dirinya melihat Almarhum.

"Saya sebelumnya antar kakaknya Siti Fatimah berobat alternatif ke Sopoyono, Lampung Tengah," ujar Sobli. (*)