![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG – Saat ini, media sosial (Medsos) sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Tiada hari tanpa membuka medsos.
Dengan medsos, seseorang yang telah lama tak bertemu dengan orang lainnya pun bisa berjumpa di medsos. Namun, medsos kerap disalahgunakan.
Seperti yang dilakukan AY (25), seorang petani warga Kampung Rejomulyo, Metro Selatan, Lampung.
Melalui jejaring sosial, AY berhasil memperdaya LY (14), siswi SMP.
AY pun kini harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Seputih Banyak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
AY diringkus polisi pada Rabu (19/7/2017) lalu atas laporan keluarga korban. Orangtua LY mengaku anaknya dibawa kabur tersangka selama satu hari penuh.
Kapolsek Seputih Banyak Ajun Komisaris Hendra Gunawan menerangkan, AY berkenalan dengan korban pada Senin (17/7) lalu.
Pelaku pun mengajak LY pergi ke Seputih Banyak.
"Setelah bertemu, kemudian pelaku membawa korban ke sebuah losmen di Kampung Setia Bakti, Seputih Banyak. Mereka menginap satu malam di situ. Korban diantar pelaku ke Lampung Timur pada Selasa pagi,” terang Hendra, Senin (24/7).
Di losmen itulah, kata Hendra, AY melampiaskan hawa nafsunya.
Hendra menerangkan, AY merayu korban untuk menjadi kekasihnya. Ternyata itu hanyalah alasan pelaku untuk bisa melakukan hubungan badan dengan korban.
"Keluarga korban tak terima karena anaknya baru dibawa pulang keesokan harinya oleh pelaku. Keluarga pun membawa pelaku ke Mapolsek Seputih Banyak. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya," beber Hendra.
Polisi telah menerima hasil visum korban. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti pakaian korban, jaket hitam milik pelaku, dan sepeda motor Honda Beat.
Atas perbuatannya itu, AY bisa dikenai ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.
Terkait maraknya kasus pencabulan, Ketua LPA Lamteng Eko Yuwono mengajak para orangtua lebih peka terhadap perkembangan dan pergaulan anak-anaknya.
Menurutnya, orangtua harus menyisihkan waktu bercengkerama dengan anak.
"Orangtua jangan sungkan pada anak. Buat suasana nyaman. Tak masalah orangtua menyapa anak-anak terlebih dahulu," kata Eko.
Sebelumnya, kasus pencabulan terjadi di Kalirejo. Seorang siswa SMP disodomi seusai dicekoki minuman keras. Setelah itu, korban diberi uang Rp 50 ribu untuk tutup mulut. (*)
