Notification

×

Jalan Tol dan Non-tol di Lampung Siap Sambut Para Pemudik

07 June 2017 | 10:35 WIB Last Updated 2017-06-08T04:16:23Z
Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Progres Ruas Pelabuhan-Bakauheni (kompas)

LAMPUNG - Sekarang ini, konektivitas guna memperlancar arus mudik di Pulau Sumatera telah menjadi perhatian pemerintah, menyamai apa yang dilakukan pada jalur mudik di Pulau Jawa.

Hal itu tak terlepas dari kepadatan kendaraan terutama jelang mudik Lebaran 2017.

"Di Sumatera, karena banyak terjadi pergerakan barang dan orang setelah di Pulau Jawa maka kami siapkan jalur mudiknya," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie, di Jakarta, Rabu (31/5/2017) dan dilansir Kompas, Senin (5/6).

Arie menegaskan, jalan tol dan jalan non-tol telah disiapkan oleh pemerintah guna memperlancar arus mudik Lebaran 2017 ini.

Untuk jalan tol, jalur yang fungsional sepanjang 65 kilometer. Salah ruasnya adalah Seksi 1 Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang menghubungkan Sidomulyo-Pelabuhan Bakauheni.

PT PP (Persero) Tbk selaku kontraktor seksi tol tersebut memastikannya kepada Tim Mudik Gesit 2017 ketika berkunjung ke lokasi proyek beberapa waktu lalu.

"Seksi satu dari Sidomulyo-Pelabuhan Bakauheni dengan panjang 7 kilometer dari total 39 kilometer akan fungsional Lebaran nanti untuk mengurai kemacetan ke Pelabuhan Bakauheni," kata Kepala Pelaksana Pembangunan Seksi 1 Sidomulyo-Bakauheni Defri Maulana.

Adapun untuk progres konstruksi keseluruhan seksi 1 tersebut adalah baru 47 persen. Difungsikannya jalan tol ini bertujuan untuk mengurai kepadatan dari dan menuju Pelabuhan Bakauheni yang kerap terjadi ketika musim mudik.

Defri menambahkan, dari total panjang 39 kilometer, PT PP (persero) Tbk membagi pembangunannya ke dalam tiga zona.

Zona pertama dari KM 0 di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan hingga KM 9 Pelabuhan Bakauheni.

Kemudian zona kedua dari KM 9 sampai KM 27 di Kalianda dan zona ketiga dari KM 27 sampai KM 39+400 di Kalianda.

"Zona satu progres konstruksinya sudah 95 persen, zona kedua sekitar 15 persen, dan zona ketiga masih dua persen karena baru mulai. Secara keseluruhan sekitar 47 persen," jelas Defri.

Berdasarkan pantauan Tim Mudik Gesit 2017, kondisi jalan zona satu yang menuju Pelabuhan Bakauheni melalui Jalur Lintas Timur sudah relatif mulus dibeton.

Namun, yang perlu ditambahkan adalah bagian penahan di pinggir jalan dan juga rambu-rambu di sekitar jalan tol tersebut.

Untuk keseluruhan Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Defri menyatakan bahwa PT PP (persero) Tbk akan menyelesaikannya sesuai kontrak pada April 2018 mendatang.

Selain jalan tol, jalur mudik di Provinsi Lampung juga bisa ditempuh melalui Jalan Lintas Timur Lampung-Sumatera Selatan.

"Kondisi Jalan Lintas Timur Lampung-Sumsel pada umumnya siap dilewati arus kendaraan pada Lebaran 2017," ujar Arie.

Namun demikian, di lapangan ternyata masih ada beberapa titik jalan yang berlubang dan bergelombang terutama setelah Bandara Raden Inten.

Kemudian, terdapat juga pengerjaan perbaikan Jembatan Way Tulung Gunung II di Kabupaten Mesuji yang berada tepat jelang perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Pada jembatan di jalur Lampung-Sumsel atau jalur A rencananya bakal dibongkar selama Ramadhan sehingga arus kendaraan dialihkan ke jembatan lainnya yang ada di jalur Sumsel-Lampung atau jalur B.

Kondisi jalur B juga tidak dalam kondisi baik karena jalannya berlubang dan hanya ditutupi oleh lempengan baja.

Menurut salah seorang petugas yang berjaga di sana, jalur B tersebut bakal ditambal dan kemudian di-hotmix agar bisa dilalui kendaraan tanpa hambatan. (*)