Notification

×

ABG Diperkosa Lalu Dibunuh, Pelaku Diburu hingga ke Lampung

07 June 2017 | 17:17 WIB Last Updated 2017-06-07T10:19:14Z
Jasad AF saat ditemukan, (ist)

LAMPUNG-ONLINE.COM -
Polisi masih mendalami motif pelaku berinisial W alias Wahyu, yang diduga kuat memperkosa lalu membunuh anak baru gede (ABG) berinisial AF (13) di Cengkareng, Jakarta Barat.

Pelaku dipastikan teman ayah korban.

"Pelaku W ini lari ke Lampung, sedang kita buru dia," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada wartawan, Senin (5/6/2017).

Menurutnya, polisi sedang mencari pelaku hingga keluar kota Jakarta. Polisi juga sudah mendapati identitas pembunuh korban. Adapun pelaku ini, dipastikan memang teman ayah korban, pelaku pun kenal dengan korban.

"Saat ini kita juga masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik, apakah korban ini diperkosa dahulu ataukah dibunuh dahulu," katanya.

Argo menambahkan, terkait motif pelaku menghabisi nyawa korban dan memperkosanya karena tak diberikan pekerjaan oleh ayah korban, polisi juga masih mendalaminya.

Motif itu baru bisa terungkap bila pelaku sudah dibekuk.

Setengah bugil

Sebelumnya, AF ditemukan tewas dengan kondisi setengah bugil di loteng kamarnya, Kampung Ambon, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Kuat dugaan, selain dibunuh AF juga diperkosa.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (3/6/2017) sore. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakeknya, Suhada (60). Ratusan warga sekitar gempar, memenuhi rumah korban.

Pembunuhan AF pertama kali terungkap saat anak-anak yang bermain di depan rumah korban mendengar suara teriakan di salah satu kamar lantai 2 rumah sekitar pukul 15.00 WIB.

Bersama warga lainnya, anak-anak kemudian naik ke lantai 2 rumah dan mendobrak kamar tersebut. Namun, korban tak terlihat di dalam kamar.

"Di kamar sudah ada bercak darah. Terus ada VCD porno gitu. Kakeknya enggak denger karena nonton TV," kata Mawar, (25), tetangga depan rumah korban.

Setelah dicari, korban ditemukan di atas loteng rumah dengan kondisi terikat. Mawar menjelaskan, korban ditemukan dengan keadaan kaki dan leher terikat dengan tali rafia, dengan kondisi setengah bugil.

Informasi yang dihimpun, diduga pelaku merupakan teman ayah korban berinisial WA.

"Jadi pas ramai itu, si WA itu ada di situ lalu pergi. Anak-anak sempat melihat, kakak ipar saya juga sempat papasan di bawah cuma kan enggak kepikiran kalau dia (WA)," kata Mawar.

Mawar mengatakan, di tempat tersebut korban tinggal dengan ayahnya, saudara kembarnya, ibu tiri, adik tiri, dan kakeknya. Korban tidak bersekolah. Kondisi rumah saat ini telah dipasang garis polisi.

Saat dimintai keterangan, Kapolsek Cengkareng Kompol Eka Baasith mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

"Masih kami selidiki. Doain aja pelakunya cepat ketangkap," pintanya, seperti dilansir Sindonews.

Diperkosa & Dibunuh

"Saya menyesal, sangat menyesal berteman sama dia. Anak saya mati," ucap Karno (40) ayah AF pelan saat setengah sadar dari pingsannya.

'Dia' yang dimaksud Karno adalah W alias Wahyu, temannya yang telah ia izinkan tinggal bersama di rumahnya.

Ternyata, maksud baik Karno memberikan tumpangan tempat tinggal temannya itu justru membawa petaka bagi anak perempuannya, AF.

ABG itu ditemukan tewas di gudang lantai 2 rumahnya, Jalan Safir RT 003/007, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Ceng­kareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (3/6) malam.

Dugaan kuat pelakunya adalah W. Gudang itu tepat berada di depan kamar W.

Setelah ditemukan, jenazah AF kemudian dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, untuk diautopsi.

Minggu siang, jasad ABG malang itu dibawa pulang ke Cengkareng dan kemudian dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pasar Darurat Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, seperti dilansir Wartakota.

Sesama Napi

Ibu tiri AF, Lusi menyatakan hanya bisa pasrah dan meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku.

Mengenai sosok WA yang disebut polisi sebagai terduga pelaku, dipaparkan Lusi bahwa pria itu merupakan mantan narapidana Lapas Tangerang, dalam kasus pemerkosaan berujung pembunuhan.

"Jadi, dia (W) ini memang baru keluar Lapas Tangerang, berbarengan sama Bapak (Karno). Dia teman akrab bapak, dan saya kenalnya itu juga dari bapak. Memang, dia dan bapak sama-sama ya mantan narapidana," kata Lusi.

"Sehari-harinya dia (W) itu terlihat biasa-biasa saja dan enggak ada gelagat yang aneh. Tetapi, kalau kasusnya si W ini (dulu) memang sama juga kayak gini, kasus pemerkosaan yang berujung pembunuhan," tambahnya.

Lusi yang enggan menyebutkan kasus suami sendiri itu langsung mengatakan jika perlakuan WA terhadap anaknya membuatnya shock.

Ia tidak menyangka karena saat kejadian, ia dan suaminya tidak ada di rumah,

"Saya dan bapak (Karno) itu lagi di luar. AF di rumah sama dia (W). Memang, itu W ini ya tinggal barengnya sama kami. Dizinkan sama bapak. Mungkin di pikiran bapak, WA ini sudah taubat. Ternyata anak saya jadi korban perilaku bejatnya," tutur Lusi. (*)