Notification

×

Walikota Bandar Lampung Bantah Ribuan Warga Dipindah dari Jamkeskot ke JKN

16 May 2017 | 07:51 WIB Last Updated 2017-05-16T00:51:06Z
Herman HN (ist)

BANDARLAMPUNG – Kabar dipindahkannya 17 ribu warga dari Jaminan Kesehatan Kota (Jamkeskot) ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di bawah BPJS Kesehatan dibantah Walikota Bandar Lampung, Herman HN.

Menurutnya, hanya pasien Jamkeskot yang rutin berobat tiap pekan yang kemungkinan akan dipindah menggunakan JKN tersebut.

“Nggak ada itu, siapa bilang. Yang sakit tiap minggu berobat itu kita data, mungkin itu yang kita masukkan (JKN),” jelas Herman ditemui di lingkungan kantor Pemkot Bandar Lampung, Senin (15/5/2017).

Untuk warga lain yang tidak melakukan berobat jalan (rutin) tetap menggunakan program Walikota dua periode itu.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar masyarakat yang sedang sakit tidak dipusingkan dengan iuran jaminan kesehatan.

“Masyarakat yang lain belum, karena saya nggak mau orang sakit membayar iuran, kalo lagi sakit darimana duitnya?,” tambahnya.

Dirinya pun mengakui bahwa Jamkeskot masih menemui sejumlah kenadala dalam penerapannya. Namun, masyarakat dipastikan masih bisa menggunakan fasilitas tersebut dengan tenang.

“Ya kita membangun masih tersendat-sendat, tapi masih tetap Jamskeskot. Kecuali tadi itu yang sakit tiap bulan, tiap minggu harus kerumah sakit, ya kita perbolehkanlah,” ungkapnya.

“Tapi yang dipindah (jumlahnya) nggak ribu-ribuan, hanya yang rutin berobat saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Bandarlampung Trisno Andreas memastikan kesiapan pengalihan beberapa pengguna Jamkeskot ke JKN tersebut.

Saat ini, kata Trisno, hanya tinggal menunggu instruksi pimpinan.

“Ya ini kan hanya beralih sebagian, anggaran jamkeskot kan sudah ada jadi tinggal dipindahkan saja. Pengalihan pembayaran saja yang tadinya ke Puskesmas dan Rumah Sakit jadi ke BPJS. Tapi kami masih menunggu kebijakan pimpinan, karena selama ini pandangannya kalau BPJS itu tidak sakit tetap bayar, dan alasan ini logis. Yang jelas kalau pun beralih tidak akan keseluruhan, pastinya bertahap,” jelas Trisno.

Menurut Trisno, Jamkeskot sampai saat ini masih aktif meskipun ada beberapa tunggakan.

“Ya masih efektif sampai sekarang, walaupun masih ada tunggakan, tersisa akhir tahun 2016 lagi,” pungkasnya. (lam)