![]() |
| (foto: istimewa) |
BANDAR LAMPUNG - Foto beberapa anggota polisi yang berpose di antara jejeran mayat terduga begal, yang diburu oleh Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung, menuai polemik.
Tim Pengamanan Internal (Paminal) Mabes Polri dipimpin Kepala Biro Paminal Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Baharudin Djafar mendatangi Mapolresta Bandar Lampung, Senin (3/4/2017), untuk memeriksa Tekab 308.
Sebelumnya, beredar viral foto anggota polisi yang berpose di antara jejeran mayat begal yang diburu oleh tim Tekab 308 tersebut.
Lima terduga begal itu berusia antara 17 dan 20 tahun. Mereka adalah residivis dan DPO yang beroperasi lebih dari 30 titik di wilayah hukum Bandar Lampung.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Putono pada ekspose, Sabtu (1/4/2017), mengatakan, penembakan pada pelaku begal dilakukan karena adanya perlawanan, sehingga anggota terpaksa bertindak tegas.
Foto tersebut mendapat tanggapan dari netizen. Ada yang mendukung upaya polisi dalam memberantas begal ada pula yang menyoroti tindakan tersebut tidak manusiawi.
Sehari setelah foto tersebut ramai di Facebook, foto yang beredar itu sudah tidak lagi ditemukan di laman akun sosial netizen.
Sebelumnya, beredar viral foto anggota polisi yang berpose di antara jejeran mayat begal yang diburu oleh tim Tekab 308 tersebut.
Lima terduga begal itu berusia antara 17 dan 20 tahun. Mereka adalah residivis dan DPO yang beroperasi lebih dari 30 titik di wilayah hukum Bandar Lampung.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Putono pada ekspose, Sabtu (1/4/2017), mengatakan, penembakan pada pelaku begal dilakukan karena adanya perlawanan, sehingga anggota terpaksa bertindak tegas.
Foto tersebut mendapat tanggapan dari netizen. Ada yang mendukung upaya polisi dalam memberantas begal ada pula yang menyoroti tindakan tersebut tidak manusiawi.
Sehari setelah foto tersebut ramai di Facebook, foto yang beredar itu sudah tidak lagi ditemukan di laman akun sosial netizen.
Pemeriksaan terhadap Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung ini dibenarkan Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Sudjarno.
“Ya ada tim paminal Mabes Polri datang untuk memeriksa anggota Tekab 308,” kata dia di Mapolresta Bandar Lampung, seperti dilansir Tribunlampung.
Menurut Sudjarno, tim turun berhubungan dengan beredarnya foto Tekab 308 bersama lima mayat tersangka begal asal Lampung Timur di media sosial.
Di dalam foto tersebut, terlihat anggota Tekab 308 yang dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal Komisaris Deden Heksaputera, berpose mengepalkan tangan yang di bawahnya tergeletak lima mayat tersangka begal.
Kapolda menerangkan, Paminal menganggap konten foto tersebut ada pelanggaran kode etik.
“Ya ada tim paminal Mabes Polri datang untuk memeriksa anggota Tekab 308,” kata dia di Mapolresta Bandar Lampung, seperti dilansir Tribunlampung.
Menurut Sudjarno, tim turun berhubungan dengan beredarnya foto Tekab 308 bersama lima mayat tersangka begal asal Lampung Timur di media sosial.
Di dalam foto tersebut, terlihat anggota Tekab 308 yang dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal Komisaris Deden Heksaputera, berpose mengepalkan tangan yang di bawahnya tergeletak lima mayat tersangka begal.
Kapolda menerangkan, Paminal menganggap konten foto tersebut ada pelanggaran kode etik.
“Pose di dalam foto itu tidak etis makanya tim turun memeriksa semua orang yang ada di dalam foto tersebut,” ucap Sudjarno yang juga mantan Wakapolda Metro Jaya ini.
Kapolda tidak tahu sampai kapan Tim Paminal Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan.
Mengenai tersebarnya foto itu di media sosial, Sudjarno mengatakan, tim juga akan menelusuri hal tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih juga membenarkan kedatangan tim pengamanan internal (Paminal) Polri yang datang ke Lampung.
"Memang benar ada kedatangan tim Paminal Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan terhadap konten foto yang beredar viral di media sosial," kata dia.
Pemeriksaan dipimpin oleh Karo Paminal Mabes Polri Brigjen Baharudin Jafar. Pemeriksaan tersebut dilakukan karena konten foto yang disebar melanggar kode etik profesi.
"Tim menyayangkan anggota polisi berpose foto seperti itu dan tim juga mendalami siapa yang pertama kali menyebar foto tersebut ke ranah publik," tuturnya.
Pemeriksaan dilakukan terhadap Kasat Reskrim dan anggotanya di Ruangan Kapolresta Bandar Lampung. (*)
