Notification

×

Pansus DPRD Metro: Retribusi Jangan Langsung Naik 100 Persen

04 April 2017 | 16:07 WIB Last Updated 2017-04-11T09:09:42Z
Basuki (ist)

METRO - Retribusi salar pasar di wilayah Kota Metro, Lampung mendapat tanggapan keras dari beberapa pihak. Sebab, selain kenaikan diinformasikan langsung 100 persen, namun tidak diikuti perbaikan fasilitas pasar.
 
Salah satu yang menanggapi hal ini panitia khusus (Pansus) retribusi salar pasar DPRD Metro, Made Dwi Riyana meminta Pemkot untuk melakukan kajian terlebih dahulu sebelum menaikkan retribusi salar.
 
Menurutnya, rencana Dinas terkait untuk menaikkan Retribusi salar harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan dan peningkatan sarana dan prasarananya. 

Termasuk kajian tentang dasar untuk menaikkan tarif itu. Terlebih kenaikan retribusi salar akan naik hingga  100 persen.
 
“Walaupun untuk menaikkan pemasukan bagi penerimaan asli daerah (PAD). Dan saya pikir jangan 100 persen juga. Kan bisa bertahap. Yang pasti dibicarakan juga dengan pedagang. Supaya tidak menimbulkan gejolak,” kata Made, Selasa (4/4/2017).
 
Hal senada juga diungkapkan anggota Pansus Basuki, menurutnya kenaikan retribusi salar harus terlebih dahulu melalui kajian mendalam. Jika Pemkot melalui Dinas terkait ingin menaikan retribusi menurutnya tidak ada masalah yang terpenting jangan sampai memberatkan pihak pedagang.
 
“Menurut saya tidak ada masalah, namun pemerintah juga harus mengimbangi dengan peningkatan pelayanan dan melengkapi sarana dan prasarana umumnya seperti Toilet, lokasi parkir yang nyaman serta sarana penunjang lainya,” jelas Basuki.
 
Sementara, Azwan selaku ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima Metro (HPKLM), menanggapi rencana kenaikan retribusi Salar hingga 100 persen oleh Dinas Perdagangan (Disdag) dinilai bakal memberatkan pedagang yang ada di pasar.
 
“HPKLM mendukung adanya kenaikan retribusi, tetapi tidak 100 persen dong. Kalau naiknya segitu ya tidak setuju. Tapi kalau memang mau naik untuk PAD, kami juga mendukung. Tapi Ya jangan 100 persen lah. Kondisi saat ini kan lagi sulit. Itu bakal memberatkan kami,” ujar Azwan.
 
Menurutnya, jika kenaikan retribusi dikisaran 25 hingga 50 persen masih dalam batas kewajaran. Namun harus diimbangi dengan peningkatan fasiltas pelayanan-pelayanan yang ada di pasar.
 
“Seperti keamanannya yang terjamin. Karena masih sering kios itu dibobol maling, padahal sudah ada Satpam. Kami ini dibuatkan pening. Jadi ada take and give. Begitu juga kebersihan harus diperhatikan karena ini penting menyangkut kenyamanan,” tandasnya. (arf)