Notification

×

Macet Parah di Jakarta Dijadikan Candaan Ahok ke Jokowi

27 April 2017 | 12:39 WIB Last Updated 2017-04-27T06:00:03Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG-ONLINE.COM - Kemacetan parah di Pancoran, Jakarta Selatan, jadi perbincangan Presiden Joko Widodo saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Saya kemarin ketemu Pak Jokowi pas lagi duduk-duduk selesai acara Musrenbangnas. Dia bilang ke saya 'macet'," kata Ahok menceritakan perbincangannya dengan Jokowi, Kamis (27/4/2017).

Saat itu Jokowi membuka Rakerda Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Ahok malah balik bercanda kepada Jokowi soal kemacetan akibat proyek LRT (Light Rapid Transit) dan flyover Pancoran. 

Ahok menyebut kemacetan terjadi karena proyek yang diputuskan saat keduanya memimpin Jakarta.

"Saya bilang, kita yang putusin kan pak kemarin," canda Ahok, seperti dilansir Detik.

Ahok bercerita, saat dirinya masih menjabat wagub DKI bersama gubernur saat itu Jokowi, keduanya diberikan pilihan soal solusi kemacetan di Jakarta. 

Ahok dan Jokowi diberikan pilihan Jakarta akan macet 80 persen, 60 persen, 40 persen atau 20 persen.

"Kalau 20 persen bangun pelan-pelan, tapi kalau pelan-pelan mobil tambah terus sama juga," ujar Ahok.

Karena itu, Ahok menyebut Jokowi pernah mengatakan keputusan yang mereka buat saat itu tidak menghitung cost politik. 

Menurut Ahok, Jokowi saat itu tidak memikirkan keuntungan politik dari pembangunan di Jakarta yang mereka kerjakan bersama.

"Pak Jokowi bilang kita ini nggak hitung cost politik. Ini nggak ada keuntungan politiknya, kita lempeng saja untuk perbaikan Jakarta. Kita sepakat membangun MRT, LRT, underpass, flyover itu. Kita mending bangun sekalian saja semua," ujar Ahok. (*)