Notification

×

Begini Perkembangan Kondisi Mata Kiri Penyidik KPK Novel Baswedan

24 April 2017 | 16:43 WIB Last Updated 2017-04-25T01:02:30Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG-ONLINE.COM – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membeberkan perkembangan perawatan penyidik KPK Novel Baswedan, di Rumah Sakit Singapura per hari ini, Senin (24/4/2017).

Febri menjelaskan, tim dokter Singapura telah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap tekanan mata Novel Baswedan, dan memberikan cairan kimia untuk mengetahui kondisi mata melalui indikator warna.

"Tekanan matanya baik, kanan 16 dan kiri 18," kata Febri dalam pesan singkatnya, seperti dilansir Okezone, Senin (24/4/2017).

Febri menambahkan, untuk tindakan pengetesan huruf dan angka terhadap mata Novel sudah dilakukan. Dalam hal ini, mata kanan sudah bisa membaca sampai level enam sedangkan untuk mata kiri mencapai level 45.

"Dengan demikian kondisi Novel stabil. Dalam satu minggu kedepan perbaikan conjungtiva mata kanan diharapkan telah menyentuh kornea. Sedangkan pertumbuhan untuk mata kiri masih lambat," tandasnya.

Mulai Pulih

Sebelumnya, Febri membeberkan rincian ‎perkembangan terhadap penyidik Novel Baswedan yang tengah dirawat di Singapura.

Febri menjelaskan, berdasarkan laporan dari tim yang berada di Singapura, Novel mulai dilakukan analisa terhadap kedua matanya, dengan memberikan cairan untuk mengetahui kondisi mata terhadap indikator warna.

"Adapun pada mata sebelah kanan Novel, ada perkembangan pemulihan di daerah putih mata sebesar 10 sampai 20 persen," kata Febri dalam pesan singkatnya, Minggu (23/4).

Sementara perkembangan mata yang sebelah kiri, kata Febri, sudah mulai ada pemulihan. Pemulihan di daerah putih sekitar kornea hingga 5 persen hingga 10 persen.

"Jadi kesimpulannya, untuk mata sebelah kanan ada pemulihan yang signifikan dan diharapkan beberapa hari kedepan bisa menyentuh perbaikan kornea mata," sambungnya.

"‎Dan untuk mata sebelah kiri ada pemulihan namun masih lambat, dan prosesnya adalah jangka panjang (hitungan minggu)," imbuhnya.

Sekadar informasi, Novel Baswedan mendapatkan teror penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal usai solat subuh di sebuah Masjid di kawasan rum‎ahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa, 11 April 2017, lalu.

Akibatnya, Novel mengalami luka cukup serius dibagian matanya hingga harus dirawat intensif di rumah sakit di Singapura setelah sempat menjalani pengobatan di rumah sakit di Jakarta. (*)