Notification

×

Pembunuh Sadis 15 Tusukan di Bandar Lampung Masih Diburu

05 March 2017 | 14:31 WIB Last Updated 2017-04-23T03:37:19Z
(foto: istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Pembunuhan sadis terjadi di Bandar Lampung. Hingga saat ini, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung, masih memburu Deka, yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap Dewi Evi Aprianti (20).

Wanita itu ditemukan tewas dengan 15 luka tusukan di kamar kos No.16 di Jalan Gama 1, Kelurahan Tanjung Senang, Kedaton, pada Kamis (2/3/2017) siang.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan, terkait dengan tewasnya Dewi, sampai saat ini petugas masih terus mencari keberaan Deka.

“Pelaku masih kami cari, petugas masih berada di lapangan. Kami menduga, pelaku masih berada di Lampung,” ujarnya.

Untuk mencari keberadaan pelaku, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan untuk dilakukan pemantauan di pelabuhan penyeberangan Bakauheni. 

Hal tersebut dilakukan, untuk menutup jalan agar Deka tidak melarikan diri ke Pulau Jawa.

“Deka merupakan warga Bakauheni, Lampung Selatan. Dia kos di Bandar Lampung bersama adiknya bernama Danil,” ungkapnya.

Dikatakannya, petugas sudah memeriksa Danil.

“Danil mengaku tidak mengetahui adanya kejadian tersebut, karena saat terjadinya pembunuhan Danil sedang sekolah,” terangnya.

Selain Danil, petugas sudah meminta keterangan pihak keluarga Deka, untuk menggali informasi mengenai keberadaannya.

“Dari keterangan pihak keluarganya, sampai saat ini belum mengetahui keberadaan dia,” jelasnya, seperti dilansir Poskotanews.

Utang Piutang
Kapolresta mengatakan, mengenai motif pembunuhan terhadap Dewi, disinyalir masalah utang piutang dan emosional pelaku terhadap korban.

“Untuk mengenai motifnya ada dua kemungkinan, yakni masalah utang dan emosional,” ujarnya.

Motif utang piutang tersebut diketahui dari adanya sebuah pesan singkat (SMS) antara Dewi dengan Deka. Ponsel milik Deka ditemukan petugas tidak jauh dari tubuh korban, saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Isi pesan singkat di ponsel milik Deka, korban menanyakan mengenai jual beli ponsel,” ungkapnya.

Mengenai motif lainnya adalah masalah emosional. Namun, Murbani tidak menjelaskan secara rinci mengenai motif emosional yang dimaksudkan tersebut.

“Ya motif emosional itu, dimungkinan karena adanya hubungan asmara antara korban dan pelaku,” terangnya.

Sebelumnya, seorang wanita muda bernama Dewi Evi Aprianti (20) ditemukan tewas bersimbah darah dengan di kamar kos No.16 di Jalan Gama 1, Kelurahan Tanjung Senang, Kedaton, Kamis (2/3) siang sekitar pukul 13.00 WIB. 

Dewi meregang nyawa di kamar kos tersebut, yang dihuni kakak beradik diketahui bernama Deka dan Danil.

Di dalam kamar kos tersebut, Dewi ditemukan sudah tergeletak dilantai ruangan tengah dengan bersimbah darah. Di tubuhnya ada beberapa luka bekas tusukan senjata tajam. Bahkan dililiti kabel listrik.

Penghuni kos lain sempat mendengar adanya keributan yang berasal dari kamar kos No. 16 tersebut dan sempat melihat Deka keluar dari kamar kos tempat tewasnya korban, lalu mengunci pintu dan langsung melarikan diri. 

Melihat hal tersebut, penghuni kos bersama warga langsung mendobrak pintu kamar kos No. 16 itu.

Sebelum ditemukan tewas, penghuni kos lain bernama Jamil dan Mayasari sempat mendengar adanya suara gaduh yang berasal dari dalam kamar kos No. 16 yang ditempati oleh Deka dan Danil.

“Saya dengar Mayasari ini teriak-teriak, saat itu juga saya langsung lari keluar kamar dan melihat apa yang terjadi,” ucap Jamil.

Selanjutnya, Jamil mendekati kamar kos No 16 yang merupakan asal suara keributan tersebut. Di kamar kos itu, Jamil melihat Deka berada di dalam kamar kosnya. Jamil mencoba untuk melihat dan masuk ke kamar kos, tapi dihalang-halangi oleh Deka.

Deka melarang Jamil untuk mendekati kamar kos dan meminta untuk diam, Jamil mencoba melihat dari jendela. Saat itu, dilihatnya ada seorang wanita yang sudah tergeletak di lantai bersimbah darah di badannya terlilit kabel.

Jamil tidak berani mendekat, lantaran Deka membawa senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya. Tak lama kemudian, Deka keluar dan mengunci pintu kamar kosnya, lalu Deka langsung melarikan diri.

Selanjutnya, Jamil bersama warga lainnya mendobrak pintu kamar kos tersebut. Ternyata benar, wanita yang ada di dalam kamar kos itu sudah tewas bersimbah darah dan ada luka tusukan. 

Saat itu juga, warga melaporkan kejadian pembunuhan tersebut ke polisi. (*)