Notification

×

‘Perang Terbuka’ Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung

07 February 2017 | 07:29 WIB Last Updated 2017-02-07T11:57:18Z
Herman HN dan Yusuf Kohar (ist)

BANDAR LAMPUNG – Pernyataan Walikota Bandar Lampung, Herman HN berkaitan dengan sikap Wakil Wali Kota, Yusuf Kohar yang suka 'main belakang' saat acara Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), beberapa waktu lalu, menjelma bak ‘perang terbuka’.

Lewat akun facebooknya, Senin (6/2/2017), Yusuf Kohar menjawab statemen mitra politiknya itu. 

Mantaplah yang penting Masyarakat Yang Tahu, Priode yang lalu ngak akur dengan wakilnya, sekarang ngak akur juga dengan wakilnya, Biarlah mau ngomong apa, yang Penting Kepala Daerah dan Pejabat Daerah di Kota Bandarlampung ada 2 Orang, Walikota dan Wakil Walikota, yang dilantik, disumpah dan menanda tangani pakta integritas, ngak ada orang lain. aminnnnn,” tulis Yusuf Kohar.

Beragam tanggapan masyarakat pun bermunculan, menyikapi cuitan Wakil Walikota Bandar Lampung ini. Ada yang mendukung, mengingatkan dan ada pula yang menengahi.  

Agaknya, warga Kota Bandar Lampung sudah mahfum kalau kedua pejabat politik ini tengah perang dingin. Namun, sepertinya, ‘konflik internal’ tersebut tak lagi bisa disembunyikan. Lewat media massa dan jejaring social perasaan masing-masing terejawantahkan, seperti dilansir Porosglobal.  

Sebelumnya, Herman HN sempat menunjukan ketidakharmonisannya dengan Yusuf Kohar. Bahkan, Yusuf Kohar dinilai telah menjelek-jelekkan Herman HN ke masyarakat, serta para pejabat kecamatan dan kelurahan.

"Wakil saya sendiri yang datang ke Dinas, Kepala Bagian Camat, Luruh, sekolah-sekolah, menjelek-jelekkan saya. Padahal waktu dilantik kita ini satu paket. Itu maksudnya apa jelek-jelekkin saya, padahal bapak ibu tau saya yang ngangkat dia," sindir Herman saat memberi sambutan di acara PKK. (*)