![]() |
| Herman HN dan Yusuf Kohar (ist) |
BANDAR LAMPUNG – Pernyataan
Walikota Bandar Lampung, Herman HN berkaitan dengan sikap Wakil
Wali Kota, Yusuf Kohar yang suka 'main belakang' saat acara Pembinaan
Kesejahteraan Keluarga (PKK), beberapa waktu lalu, menjelma bak ‘perang
terbuka’.
Lewat akun facebooknya, Senin (6/2/2017), Yusuf Kohar menjawab statemen mitra politiknya itu.
“Mantaplah
yang penting Masyarakat Yang Tahu, Priode yang lalu ngak akur dengan
wakilnya, sekarang ngak akur juga dengan wakilnya, Biarlah mau ngomong
apa, yang Penting Kepala Daerah dan Pejabat Daerah di Kota Bandarlampung
ada 2 Orang, Walikota dan Wakil Walikota, yang dilantik, disumpah dan
menanda tangani pakta integritas, ngak ada orang lain. aminnnnn,” tulis Yusuf Kohar.
Beragam
tanggapan masyarakat pun bermunculan, menyikapi cuitan Wakil Walikota
Bandar Lampung ini. Ada yang mendukung, mengingatkan dan ada pula yang
menengahi.
Agaknya,
warga Kota Bandar Lampung sudah mahfum kalau kedua pejabat politik ini
tengah perang dingin. Namun, sepertinya, ‘konflik internal’ tersebut tak
lagi bisa disembunyikan. Lewat media massa dan jejaring social perasaan
masing-masing terejawantahkan, seperti dilansir Porosglobal.
Sebelumnya,
Herman HN sempat menunjukan ketidakharmonisannya dengan Yusuf Kohar.
Bahkan, Yusuf Kohar dinilai telah menjelek-jelekkan Herman HN ke
masyarakat, serta para pejabat kecamatan dan kelurahan.
"Wakil
saya sendiri yang datang ke Dinas, Kepala Bagian Camat, Luruh,
sekolah-sekolah, menjelek-jelekkan saya. Padahal waktu dilantik kita ini
satu paket. Itu maksudnya apa jelek-jelekkin saya, padahal bapak ibu tau
saya yang ngangkat dia," sindir Herman saat memberi sambutan di acara
PKK. (*)
