![]() |
| Untung Nugroho (ist) |
LAMPUNG - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Untung Nugroho mengatakan, jumlah investor pasar modal di Provinsi Lampung pada 2016 sebanyak 4.417 investor atau meningkat 33,76% dibandingkan tahun 2015.
”Berdasarkan data, jumlah investor pasar modal itu mengalami peningkatan yang cukup baik. Investor penyebarannya masih didominasi di daerah Bandar Lampung," ungkapnya, Kamis (2/2/2017).
Senada juga diakui Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Provinsi Lampung, Hendi Prayogi, dimana investasi pasar modal kabupaten dan kota se-Lampung yang terbesar adalah kota Bandar Lampung disusul kota Metro.
Senada juga diakui Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Provinsi Lampung, Hendi Prayogi, dimana investasi pasar modal kabupaten dan kota se-Lampung yang terbesar adalah kota Bandar Lampung disusul kota Metro.
Disebutkannya, dari kabupaten/kota di seluruh Indonesia, kota Bandar Lampung menempati urutan 15 besar sebagai daerah investasi dan kemudian kota Metro urutan 40.
”Di Sumatra, Provinsi Lampung cukup bagus investasi di pasar modal. Sumatera Utara masih menduduki peringkat pertama di Sumatra mengingat jumlah yang berinvestasi mencapai 25.000 investor dan sedangkan Lampung urutan keempat," katanya.
Untuk mencapai target investasi di Lampung tersebut, BEI Perwakilan Provinsi Lampung akan 'jemput bola' ke sejumlah kabupaten dan kota se-Lampung.
Untuk mencapai target investasi di Lampung tersebut, BEI Perwakilan Provinsi Lampung akan 'jemput bola' ke sejumlah kabupaten dan kota se-Lampung.
”Sosialisasi pasar modal ke sejumlah pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Lampung akan terus dilakukan untuk meningkatkan investasi di daerah ini," ujarnya, seperti dilansir laman Neraca.
Menurut Hendi, perusahaan besar di Lampung yang telah 'go public' di antaranya perusahaan Bumi Waras dan Bank Lampung.
Menurut Hendi, perusahaan besar di Lampung yang telah 'go public' di antaranya perusahaan Bumi Waras dan Bank Lampung.
Selain pertumbuhan jumlah investor pasar modal, nilai transaksi pasar modal di Bandar Lampung sepanjang tahun 2016 juga meningkat 23,70% menjadi Rp 1,57 triliun.
Di Provinsi Lampung sendiri saat ini terdapat dua emiten yang go public, satu kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia, enam kantor cabang perusahaan efek, dua manajer investasi, dan lima lembaga/profesi penunjang pasar modal per Desember 2016. (*)
