![]() |
| Bonifasius Tampoi (ist) |
LAMPUNG - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung Brigjen Bonifasius Tampoi mengapresiasi langkah Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, yang menembak mati dua bandar narkoba asal Aceh.
Boni sekaligus ingin menegaskan jika yang terjadi terhadap dua bandar narkoba tersebut, merupakan peringatan bagi jaringan narkoba untuk tidak main-main di Lampung.
"Kami sengaja menggelar jumpa pers di sini (kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Lampung) supaya menjadi pesan bagi para bandar narkoba agar tidak bernasib sama," tegas Boni, Jumat (27/1/2017).
Tindakan tegas menembak mati keduanya diambil petugas karena mereka melawan dengan lebih dulu menembaki polisi.
"Tidak setiap hari bandar narkoba mati, tapi pengguna narkoba mati setiap harinya. Ini adalah peringatan," Boni menambahkan, seperti dilansir Tribunnews.
Sebelumnya, baku tembak pecah antara bandar narkoba dengan aparat kepolisian di Jalan Lintas Sumatera, Telukbetung Selatan, Kamis (26/1) malam.
Lantaran kalah jumlah, tersangka Ferdi Ardian (25) dan Zamsana Saputra (19) tewas. Keduanya warga Lhokseumawe, Aceh.
"Mereka kami tembak karena menembak petugas terlebih dahulu," ujar Bonifasius Tampoi.
Polisi menyita barang bukti berupa 4.500 butir pil ekstasi logo double CC, dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver makarov, satu unit mobil Daihatsu Xenia, amunisi aktif dan selongsong. (*)
