Dua Anaknya Ditembak Mati
LAMPUNG TIMUR - Melawan saat akan ditangkap dengan menembak ke arah polisi hingga terjadi baku tembak, seorang gembong perampok legendaris di Lampung bernama Wagino (58) akhirnya tewas.
![]() |
| Jasad Wagino yang tewas ditembak polisi. (ist) |
LAMPUNG TIMUR - Melawan saat akan ditangkap dengan menembak ke arah polisi hingga terjadi baku tembak, seorang gembong perampok legendaris di Lampung bernama Wagino (58) akhirnya tewas.
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung menembak Wagino saat penggerebekan di Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, Sabtu (7/1/2017).
Tersangka yang merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian dengan kekerasan (Curas) itu tewas dalam perjalanan ke rumah sakit Bhayangkara, setelah terkena peluru polisi.
Tersangka yang merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian dengan kekerasan (Curas) itu tewas dalam perjalanan ke rumah sakit Bhayangkara, setelah terkena peluru polisi.
Sempat terjadi baku tembak antara aparat Polda Lampung dengan Wagino saat proses penangkapan. Wagino yang mengetahui dikepung aparat kepolisian, melepaskan tembakan membabi buta ke arah petugas.
Membahayakan nyawa, petugas lalu membalas tembakan Wagino, hingga tubuh pria itu tertembus peluru aparat.
Membahayakan nyawa, petugas lalu membalas tembakan Wagino, hingga tubuh pria itu tertembus peluru aparat.
Dari penggeberekan tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti (BB) yang biasa digunakan Wagino dalam melakukan aksi kejahatan.
BB tersebut yakni dua pucuk senjata api rakitan, 32 butir peluru kaliber 9 mm, 27 butir peluru kaliber 38, enam butir peluru kaliber 5,56 mm, dua butir peluru kaliber 3,2 mm, satu bilah golok, satu bilah pisau, satu bilah kapak, dua gulung tali tambang, empat buah STNK motor, satu buah BPKB mobil, tiga buah pelat nomor kendaraan mobil, dan lima unit ponsel.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji menjelaskan pelaku merupakan target operasi (TO) petugas, karena telah puluhan kali menjadi otak pencurian di kawasan Pekalongan dan Batanghari Nuban, Lampung Timur, serta wilayah Tegineneng, Pesawaran.
"Pelaku terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan aktif. Pelaku tewas saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung," kata dia melalui telepon.
Heri menambahkan, sebelum kejadian tersebut, aparat juga telah menembak mati kedua anak Wagino yang ikut serta dalam jaringan aksi kejahatan, yaitu Sulis yang merupakan desersi anggota TNI Jawa Barat, dan Aripin.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji menjelaskan pelaku merupakan target operasi (TO) petugas, karena telah puluhan kali menjadi otak pencurian di kawasan Pekalongan dan Batanghari Nuban, Lampung Timur, serta wilayah Tegineneng, Pesawaran.
"Pelaku terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan aktif. Pelaku tewas saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung," kata dia melalui telepon.
Heri menambahkan, sebelum kejadian tersebut, aparat juga telah menembak mati kedua anak Wagino yang ikut serta dalam jaringan aksi kejahatan, yaitu Sulis yang merupakan desersi anggota TNI Jawa Barat, dan Aripin.
"Sampai sekarang jenazah Wagino masih di Rumah Sakit Bhayangkara Polda untuk dilakukan autopsi," jelasnya. (dbs)
