Notification

×

Menteri BUMN Minta ASDP Buka Rute Pelayaran Lampung-Jakarta

28 December 2016 | 18:12 WIB Last Updated 2016-12-28T11:12:33Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG ONLINE - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengapresiasi upaya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencoba berekspansi.

Tidak hanya melayani angkutan penyeberangan, namun saat ini ASDP telah melayani pelayaran jarak jauh rute Surabaya-Lombok.

Dari evaluasi yang dilakukan perusahaan, jumlah muatan kapal rute jarak jauh tersebut terus mengalami peningkatan. Mayoritas pengguna jasa tersebut adalah kendaraan-kendaraan logistik.

Melihat potensi itu, Rini meminta kepada ASDP untuk kembali mengkaji rute lain untuk bisa dilayani pelayaran jarak jauh, seperti rute Lampung-Jakarta.

"Misalnya untuk rute Panjang (Lampung) - Tanjung Priok (DKI Jakarta) yang juga potensial, dimana truk besar yang membawa barang ekspor bisa diangkut langsung. Untuk implementasi, tentu bisa bersinergi dengan PT Pelindo II yang mengelola pelabuhan Panjang," tutur Rini dalam keterangannya, Selasa (27/12/2016).

Dari data ASDP tercatat, tingkat keterisian penumpang dan kendaraan (load factor) KMP Legundi atau layanan angkutan feri jarak jauh (long distance ferry) Surabaya-Lombok, yang dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sejak 1 Desember 2016 terus menunjukkan peningkatan.

Muatan kendaraan barang yang mendominasi jenis truk besar golongan VI hingga VIII yang berkontribusi hingga 85 persen dari total muatan. 

Untuk itu Menteri BUMN itu meminta layanan angkutan feri jarak jauh akan terus dikembangkan ke depannya.

"Layanan feri jarak jauh Surabaya-Lombok yang dikelola PT ASDP telah membuktikan, waktu tempuh dengan pelayaran jauh lebih pendek, ongkos lebih murah. Pada akhirnya, logistik nasional semakin efisien karena pendistribusian barang dapat dilakukan lebih cepat," ujar Rini, seperti dilansir Liputan6.

‎Sementara, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi, mengatakan, performansi kinerja layanan angkutan feri jarak jauh Surabaya-Lombok cukup prima, dengan rata-rata load factor sebesar 50-60 persen.

"Pengguna jasa merespon positif ketersediaan layanan ferry jarak jauh ini. Muatan angkutan barang masih mendominasi, khususnya truk besar yang banyak mengangkut kebutuhan pokok untuk wilayah NTB dari Pulau Jawa," kata dia.

Tarif penumpang dewasa untuk pelayaran feri jarak jauh ini yaitu Rp 72.000, anak- anak Rp 47.000.

Adapun untuk kendaraan:

Golongan I Rp 117.000
Golongan II Rp 197.000
Golongan III Rp 392.000
Golongan IV Penumpang Rp 1.385.000
Golongan IV Barang Rp 1.252.000
Golongan V Penumpang Rp 2.657.000
Golongan V Barang Rp 2.194.000
Golongan VI Penumpang Rp 4.510.00
Golongan VI Barang Rp 3.629.000
Golongan VII Rp 4.574.000
Golongan VIII Rp 6.829.000
Golongan IX Rp 10.234.000.‎
(*)