Notification

×

Mesuji Lampung Mencekam, Satu Warga Tewas Ditembak

20 November 2016 | 17:44 WIB Last Updated 2016-11-20T10:46:25Z
(foto: istimewa)

MESUJI - Seorang warga bernama Sunarto (56), yang berprofesi sebagai petani, warga Desa Harapan Mukti, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, tewas ditembak oleh orang tak dikenal.

Informasi dari kepolisian di Kabupaten Mesuji yang menyelidiki kasus ini, Sabtu (19/11/2016), korban ditembak ketika hendak masuk ke rumahnya, Sabtu dinihari pukul 01.30 WIB.

Akibatnya, Sunarto menderita satu luka tembak di dada kiri yang tembus ke punggungnya. Pria itu ditemukan sudah tewas dalam posisi tengkurap di depan rumahnya.

Kapolsek Tanjung Raya AKP Kurmen saat berada di rumah duka, membenarkan adanya kejadian penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Korban menderita satu luka tembak di dada sebelah kiri yang tembus sampai ke punggung, mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan kasus itu, dan telah mengamankan barang bukti berupa proyektil peluru, satu unit sepeda motor, dan pakaian yang dikenakan korban saat. peristiwa terjadi.

Menurut Kurmen, saat ini pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku dan tengah melakukan pengejaran.

"Ya, identitas pelaku sudah kami ketahui. Saat ini anggota kepolisian di lapangan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran untuk menangkap pelaku," ujarnya, seperti dilansir Okezone.

Setelah kejadian itu, suasana Desa Harapan Mukti tempat pelaku tinggal situasinya masih dirasakan tegang dan mencekam.

Keadaan tersebut dipicu beredar isu akan ada penyerangan balik dari sejumlah orang yang merupakan kerabat korban.

Upaya untuk menghindari kekhawatiran akan terjadi bentrokan, warga memilih keluar dan mengungsi ke desa tetangganya.

Saat ini, ratusan polisi gabungan dari Resor Mesuji dan TNI (koramil) Mesuji masih melakukan penjagaan ketat di tempat kejadian Desa Harapan Mukti 

Isak tangis keluarga korban pecah saat jasad korban yang sudah terbujur kaku tak bernyawa tiba di rumahnya untuk dimakamkan.

Sebelumnya, warga Mesuji mengaku khawatir dengan kian marak peredaran senjata api yang dapat memicu banyak kasus penembakan yang dilakukan orang tak dikenal. (*)