![]() |
| (foto: detik) |
LAMPUNG ONLINE - Tepat pukul 10.30 WIB, para risers tiba di tujuan pertama museum Lampung, yang terletak di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam no 64, Bandar Lampung.
Kedatangan para risers langsung disambut tarian Sigekh Penguten, sebuah tarian khas Lampung untuk menyambut para tamu.
Setelah puas menyaksikan tarian Sigekh Penguten, para risers bisa langsung mempelajari budaya tradisional Lampung masuk ke dalam museum.
Di lantai satu pada Museum Lampung, para risers langsung bisa mempelajari sejarah mengenai disiplin ilmu.
Di lantai satu pada Museum Lampung, para risers langsung bisa mempelajari sejarah mengenai disiplin ilmu.
"Mulai dari ilmu Biologi, ilmu Geologi, dan seterusnya," tambah staff teknis Museum Lampung, Komariah, Jumat (11/11/2016).
Para risers pun melanjutkan petualangan mereka ke lantai dua, yang berisikan berbagai cerita mengenai kebudayaan Lampung, dari dua adat yaitu Lampung Saibatin dan Pepadun.
"Di sini ada tujuh unsur kebudayaan yang dilaksanakan oleh orang Lampung tempo dulu sampai sekarang, yaitu proses upacara kelahiran, proses upacara masa anak-anak, proses upacara masa remaja, perkawinan, kebudayaan, gelar, adat, dan upacara kematian," tutur Komariah, seperti dilansir Detik.
Selain gedung utama Museum Aceh, ada juga gedung-gedung lainnya seperti gedung adminstrasi, bengkel, laboratorium, auditorium mushola, gedung pameran temporer, serta gedung storage.
"Storage ini, kan total ada 4.747 koleksi ya, nah yang dipamerkan itu cuma 1.500 unit, sisanya kita simpan di Storage, dan disana kami melakukan perawatan 3 bulan atau 6 bulan sekali," kata Komariah.
Museum Lampung ini mulai didirikan pada 1975, kemudian mulai di bangun 1978-1979. dan diresmikan tanggal 24 september 1988. Oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu bapak Fuad Hasan.
Para risers lanjut diajak untuk menunaikan sholat Jumat di Masjid tertua di Lampung, yaitu Masjid Al Anwar. (*)
Para risers pun melanjutkan petualangan mereka ke lantai dua, yang berisikan berbagai cerita mengenai kebudayaan Lampung, dari dua adat yaitu Lampung Saibatin dan Pepadun.
"Di sini ada tujuh unsur kebudayaan yang dilaksanakan oleh orang Lampung tempo dulu sampai sekarang, yaitu proses upacara kelahiran, proses upacara masa anak-anak, proses upacara masa remaja, perkawinan, kebudayaan, gelar, adat, dan upacara kematian," tutur Komariah, seperti dilansir Detik.
Selain gedung utama Museum Aceh, ada juga gedung-gedung lainnya seperti gedung adminstrasi, bengkel, laboratorium, auditorium mushola, gedung pameran temporer, serta gedung storage.
"Storage ini, kan total ada 4.747 koleksi ya, nah yang dipamerkan itu cuma 1.500 unit, sisanya kita simpan di Storage, dan disana kami melakukan perawatan 3 bulan atau 6 bulan sekali," kata Komariah.
Museum Lampung ini mulai didirikan pada 1975, kemudian mulai di bangun 1978-1979. dan diresmikan tanggal 24 september 1988. Oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu bapak Fuad Hasan.
Para risers lanjut diajak untuk menunaikan sholat Jumat di Masjid tertua di Lampung, yaitu Masjid Al Anwar. (*)
