Notification

×

Tim Penilai Lomba UP2K PKK Tingkat Nasional Kunjungi Metro

06 September 2016 | 16:11 WIB Last Updated 2016-10-07T09:21:04Z

METRO -
Kota Metro, Provinsi Lampung terpilih sebagai salah satu daerah yang masuk dalam nominasi lima pelaksana terbaik, dalam Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) tingkat nasional tahun 2016.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Tejosari, Kota Metro, Selasa (6/9/2016). 

Dalam agenda tersebut dihadiri Walikota Metro Achmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Asisten I Kota Metro Masnuni, Ketua Pokja II selaku Tim Penilai Lomba UP2K PKK Tingkat Nasional beserta rombongan, Kepala Satker di Lingkungan Pemkot Metro yang terkait.

Selanjutnya, Ketua TP-PKK Kota Metro Heriyati Achmad Pairin, Ketua GOW Kota Metro Siti Aisyah Djohan, Ketua DWP Kota Metro Elva Magdalena Ishak, Camat dan Lurah se-Kota Metro, Kader PKK se-Kota Metro, serta para pengusaha swasta yang turut hadir.

Kegiatan tersebut diawali dengan penyerahan Buku Saku, CD, dan Buku Laporan Kegiatan UP2K dari Ketua TP-PKK Kota Metro kepada Ketua Tim Penilai Pusat. Dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro.

Heriyati Achmad Pairin, selaku Ketua TP-PKK Kota Metro, dalam laporannya menyampaikan bahwa di Kota Metro terdapat 131 kelompok UP2K yang tersebar di 5 Kecamatan se-Kota Metro, dengan produk unggulan yang diminati banyak konsumen diantaranya keripik pisang, keripik singkong dan stik ubi ungu.

Lalu ada sale pisang, peyek pare, abon ikan lele, kerupuk ikan lele, jahe instan, kunyit instan, temulawak, batik tulis, batik ciprat, manik-manik, enceng gondok, tas dari bahan daur ulang limbah koran, serta terdapat juga berbagai sulaman dan lain-lain.

"Adapun langkah-langkah dalam pemasaran produk hasil UP2K, yakni dengan mempromosikan kepada masyarakat, kerja sama dengan para pedagang, serta kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Metro," jelas Heriyati.

Usai sambutan dilanjutkan dengan pemaparan dari Kepala Satker yang terkait dengan kegiatan UP2K diantaranya Bappeda Kota Metro, Dinas Koperasi UMKM Dan Perindustrian Kota Metro, Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Metro dan Dinas Pertanian.

Kemudian, Badan Penyuluh Pertanian Perikanan Dan Kehutanan (BP4K) Kota Metro, Kantor Ketahanan Pangan Kota Metro, Dinas Kesehatan Kota Metro, dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Kota Metro.

Walikota Metro, Achmad Pairin mengapresiasi dan menyambut baik aterselenggaranya Lomba UP2K tingkat nasional tersebut. Ia menyampaikan, bahwa ada 4 poin yang harus dimiliki untuk menjdi pengusaha seprti UP2K, yaitu ilmu, modal, mampu untuk memasarkan/menjual, dan pembeli.

“Visi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga berbasis ekonomi kerakyatan berlandaskan pembangunan partisipatif, tentu ibu-ibu didalam TP PKK Kota Metro bersama dengan kader-kadernya harus pandai dalam mengoptimalkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat melalui UP2K di masyarakat, demi mendukung program pemerintah melalui percepatan ekonomi keluarga,” paparnya.

“Kami berharap Kelompok Pelaksana UP2K di Kelurahan Tejosari Kota Metro menjadi yang terbaik pada Lomba UP2K tingkat nasional tahun 2016 ini. Namun jika Kota Metro belum layak menjadi yang terbaik, maka bimbingan supaya kedepan menjadi lebih layak dan lebih baik sangat kami harapkan,” tambah Pairin.

Ketua Pokja II, Anak Agung Ayu Sri Adnyani, mengucapkan selamat dan apresiasi telah dipilihnya Kota Metro sebagai nominasi dalam UP2K yang menjadi perwakilan Provinsi. 

Ia menjelaskan bahwa tujuan penilaian lomba ini adalah sebagai evaluasi dan untuk memotivasi agar peningkatan pencapaian pelaksanaan program yang diharapkan dapat menghasilkan output peningkatan pencapaian pelaksanaan program, sehingga keberadaan Gerakan PKK dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna untuk kesejahteraan keluarga.

“Nantinya setelah ditetapkan menjadi juara 1, 2, dan 3, akan memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan dan piagam. Penghargaan berupa uang pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat dan dapat mendukung pelaksana kegiatan, dan kami berharap kegiatan lomba tidak hanya kegiataan yang sesaat menjelang lomba, namun lebih kepada pembinaan berkelanjutan yang dilakukan secara berjenjang,” ujarnya. (arf)