Cegah Inflasi Tinggi, BI Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Daerah
Sabtu, 30 Juli 2016 | 16:10
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara [istimewa] Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara [istimewa]
Berita Terkait
BI Optimistis Tingkat Inflasi Manado Dapat Ditekan
Tual Dan Ambon Barometer Inflasi Maluku
Gubernur BI Optimistis Inflasi Juli Di Bawah 1%
Inflasi Juni Terendah Dalam 5 Tahun Terakhir
Jokowi Nilai Inflasi Muncul Karena Masalah Komunikasi
[BANDARLAMPUNG] Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menegaskan, pihaknya memiliki tanggung jawab mendukung percepatan pembangunan daerah. Meski tak terkait langsung, namun pembangunan seperti infrastruktur di daerah bisa berdampak menurunkan inflasi, dan akan membuat suku bunga juga turun.
Hal itu diungkapkan Mirza, saat mengunjungi proyek jalan tol Trans Sumatera di Provinsi Lampung, Jumat (29/7) siang. “Faktor yang menentukan suku bunga itu utamanya adalah faktor inflasi. Kalau inflasi rendah maka suku bunga bisa rendah, demikian sebaliknya. Kalau inflasi tinggi maka suku bunga juga tinggi. Suku bunga itu pasti sedikit di atas inflasi,” jelasnya.
Menurut dia, kondisi itu terjadi karena pemilik dana tak mau dibayar bunga depositonya di bawah inflasi. “Jadi kalau mau menurunkan suku bunga, inflasi harus turun,” tegas Mirza.
Ia melanjutkan, di Indonesia inflasi banyak ditentukan oleh harga pangan. “Kenapa harga pangan naik, faktor yang banyak menentukan biasanya adalah kurangnya produksi dan jeleknya distribusi. Nah, jeleknya distribusi itu banyak sekali ditentukan oleh kurangnya infrastruktur,” jelasnya.
Mirza meneruskan, untuk itulah mengapa BI bersama seluruh kepala perwakilan BI se-Sumatera berkunjung ke proyek jalan tol Trans Sumatera di Lampung. “Kami ingin melihat pembangunan infrastruktur strategis. Karena dengan berhasil dilaksanakannya infrastruktur seperti jalan tol, usaha kita untuk menurunkan inflasi secara permanen bisa terwujud. Kemudian akan berdampak pada penurunan suku bunga secara rendah dan permanen,” tutupnya.
Asian Games
Proyek Jalan Tol Sumatera (JTTS) berlangsung sejak diresmikan Presiden Joko Widodo setahun yang lalu. Beberapa ruas tol sudah selesai dikerjakan, beserta pintu gerbang tol. Proyek prestisius ini ditargetkan selesai secara fisik pada Juni 2018 mendatang. "Target kami bisa selesai semua pembangunan fisik secepatnya. Sehingga Augustus 2018 bisa dioperasikan dari Lampung ke Palembang untuk persiapan Asian Games 2018," ujar Rizal Sucipto General Manager Divisi Jalan Tol Hutama Karya saat bertemu dengan pihak BI.
Di Lampung, proyek jalan tol yang masih dalam tahap pembangunan adalah dari Bakauheni menunju Terbanggi Besar sepanjang 140 km. Rizal Sucipto mengatakan, pembangunan jalan tol di Lampung terbagi dalam 4 paket, yakni Paket I dari Pelabuhan-Sidomulyo, Paket II dari Sidomulyo-Kotabaru, Paket III dari Kotabaru-Gunung Sugih, dan Paket IV dari Gunung Sugih-Terbanggi Besar.
Saat ini, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan ruas tol Pelabuhan Bakauheni sepanjang 9 km, dan untuk Paket II telah diselesaikan ruas tol Kotabaru-Lematang sepanjang 5 km. Hutama Karya tengah fokus pada pembangunan ruas tol Paket II seksi 2 dari Sidomulyo-Lematang sepanjang 36 km, dengan PT Waskita Karya sebagai kontraktor dari pembangunan paket ini.
Nantinya, ruas tol Kotabaru-Lematang ini bisa beroperasi pada September 2016 mendatang."Kami tengah melakukan pembangunan di ruas tol Sidomulyo-Kotabaru. Apalagi kami masih terkendala pembebasan lahan," ungkap Rizal.
Meski terkendala, Rizal berharap masalah ini bisa segera terselesaikan. Jika tidak, pembangunan proyek ruas tol Trans Sumatera di Lampung ini bisa tak tepat waktu, dan akan menambah biaya untuk operasionalnya. [L-9
Sabtu, 30 Juli 2016 | 16:10
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara [istimewa] Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara [istimewa]
Berita Terkait
BI Optimistis Tingkat Inflasi Manado Dapat Ditekan
Tual Dan Ambon Barometer Inflasi Maluku
Gubernur BI Optimistis Inflasi Juli Di Bawah 1%
Inflasi Juni Terendah Dalam 5 Tahun Terakhir
Jokowi Nilai Inflasi Muncul Karena Masalah Komunikasi
[BANDARLAMPUNG] Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menegaskan, pihaknya memiliki tanggung jawab mendukung percepatan pembangunan daerah. Meski tak terkait langsung, namun pembangunan seperti infrastruktur di daerah bisa berdampak menurunkan inflasi, dan akan membuat suku bunga juga turun.
Hal itu diungkapkan Mirza, saat mengunjungi proyek jalan tol Trans Sumatera di Provinsi Lampung, Jumat (29/7) siang. “Faktor yang menentukan suku bunga itu utamanya adalah faktor inflasi. Kalau inflasi rendah maka suku bunga bisa rendah, demikian sebaliknya. Kalau inflasi tinggi maka suku bunga juga tinggi. Suku bunga itu pasti sedikit di atas inflasi,” jelasnya.
Menurut dia, kondisi itu terjadi karena pemilik dana tak mau dibayar bunga depositonya di bawah inflasi. “Jadi kalau mau menurunkan suku bunga, inflasi harus turun,” tegas Mirza.
Ia melanjutkan, di Indonesia inflasi banyak ditentukan oleh harga pangan. “Kenapa harga pangan naik, faktor yang banyak menentukan biasanya adalah kurangnya produksi dan jeleknya distribusi. Nah, jeleknya distribusi itu banyak sekali ditentukan oleh kurangnya infrastruktur,” jelasnya.
Mirza meneruskan, untuk itulah mengapa BI bersama seluruh kepala perwakilan BI se-Sumatera berkunjung ke proyek jalan tol Trans Sumatera di Lampung. “Kami ingin melihat pembangunan infrastruktur strategis. Karena dengan berhasil dilaksanakannya infrastruktur seperti jalan tol, usaha kita untuk menurunkan inflasi secara permanen bisa terwujud. Kemudian akan berdampak pada penurunan suku bunga secara rendah dan permanen,” tutupnya.
Asian Games
Proyek Jalan Tol Sumatera (JTTS) berlangsung sejak diresmikan Presiden Joko Widodo setahun yang lalu. Beberapa ruas tol sudah selesai dikerjakan, beserta pintu gerbang tol. Proyek prestisius ini ditargetkan selesai secara fisik pada Juni 2018 mendatang. "Target kami bisa selesai semua pembangunan fisik secepatnya. Sehingga Augustus 2018 bisa dioperasikan dari Lampung ke Palembang untuk persiapan Asian Games 2018," ujar Rizal Sucipto General Manager Divisi Jalan Tol Hutama Karya saat bertemu dengan pihak BI.
Di Lampung, proyek jalan tol yang masih dalam tahap pembangunan adalah dari Bakauheni menunju Terbanggi Besar sepanjang 140 km. Rizal Sucipto mengatakan, pembangunan jalan tol di Lampung terbagi dalam 4 paket, yakni Paket I dari Pelabuhan-Sidomulyo, Paket II dari Sidomulyo-Kotabaru, Paket III dari Kotabaru-Gunung Sugih, dan Paket IV dari Gunung Sugih-Terbanggi Besar.
Saat ini, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan ruas tol Pelabuhan Bakauheni sepanjang 9 km, dan untuk Paket II telah diselesaikan ruas tol Kotabaru-Lematang sepanjang 5 km. Hutama Karya tengah fokus pada pembangunan ruas tol Paket II seksi 2 dari Sidomulyo-Lematang sepanjang 36 km, dengan PT Waskita Karya sebagai kontraktor dari pembangunan paket ini.
Nantinya, ruas tol Kotabaru-Lematang ini bisa beroperasi pada September 2016 mendatang."Kami tengah melakukan pembangunan di ruas tol Sidomulyo-Kotabaru. Apalagi kami masih terkendala pembebasan lahan," ungkap Rizal.
Meski terkendala, Rizal berharap masalah ini bisa segera terselesaikan. Jika tidak, pembangunan proyek ruas tol Trans Sumatera di Lampung ini bisa tak tepat waktu, dan akan menambah biaya untuk operasionalnya. [L-9