Notification

×

Aneh! Lampung Produsen Gula Terbesar Nasional, Tapi Impor Gula

15 August 2016 | 22:59 WIB Last Updated 2016-08-15T16:49:45Z
Gerbang masuk ke lokasi perkebunan dan perusahaan gula PT Sugar Group Companies (SGC) di Lampung. (ist)

LAMPUNG – Aneh. Kendati tercatat sebagai produsen gula terbesar nasional, yang memiliki lima pabrik gula, namun untuk memenuhi permintaan dari perusahaan makanan di Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan, Provinsi Lampung masih mengimpor gula rafinasi dari Thailand.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Yeane Irmaningrum. 

“Gula rafinasi masih diimpor dari Thailand,” jelasnya kepada wartawan, Senin (15/8/2016).

Yeane mengatakan, impor gula rafinasi dari Thailand itu sebesar 33,16 juta dolar Amerika Serikat (AS). Impor tersebut masih dilakukan karena permintaan dari industri makanan di tiga provinsi tersebut kebutuhannya sangat meningkat.

Provinsi Lampung terkenal sebagai produsen gula terbesar nasional. Provinsi ini memiliki lima pabrik gula yang mampu memasok kebutuhan gula nasional lebih dari 30 persen. Pabrik gula tersebut di bawah bendera perusahaan PT Sugar Group Companies, PT Gunung Madu Plantation, dan PTPN VII, seperti dilansir Republika.

"Meskipun Lampung menjadi produsen gula nasional, namun kebutuhan gula rafinasi dari industri makanan di Lampung, Bengkulu, dan Sumsel, membuat Lampung harus mengimpor gula rafinasi dari Thailand sebesar 209,64 persen," terang Yeane.

Selain impor gula rafinasi, BPS juga menyebutkan jika Lampung masih mengimpor kembang gula dan gandum. Tiga komoditas impor tersebut pada bulan lalu menunjukkan grafik meningkat. 

"Sedangkan impor tiga komoditas lainnya, yakni binatang hidup sapi dari Australia, mesin-mesin mekanik, ampas atau sisa industri makanan, menunjukkan penurunan," ujar Yeane. (*)