![]() |
| Pasar Mangga Dua, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung (foto: istimewa) |
LAMPUNG – Ironis. Setelah dicabuli, dipukuli dan digunduli, seorang anak perempuan yang mengaku dibuang dari panti asuhan berusia sekitar 12 tahun, ditemukan tergolek tanpa pakaian dan hanya ditutupi sehelai kain sarung, di trotoar jalan depan pertokoan Pasar Mangga Dua, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Rabu (3/8/2016).
Dengan kondisi tubuh babak belur, anak baru gede (ABG) itu lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeluk (RSUDAM) Bandar Lampung oleh warga yang melihatnya.
"Melihat kondisinya yang memprihatinkan, kami langsung melakukan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD)," jelas dr. Dewi Aron.
Namun, lanjut dia, pada Rabu sore anak tersebut sudah dipindahkan ke Ruang Mawar, yang merupakan ruang rawat inap RSUDAM.
“Di ruang itu, pasien dirawat secara intensif untuk memulihkan kondisinya,” terang Dewi.
Dari hasil pemeriksaan, pasien mengalami trauma berat. Itu terlihat saat anak itu ditemui orang-orang yang tidak dikenal merasa ketakutan.
Dari hasil pemeriksaan, pasien mengalami trauma berat. Itu terlihat saat anak itu ditemui orang-orang yang tidak dikenal merasa ketakutan.
“Pasien mengalami luka memar, di kepala dan sekujur tubuhnya. Tidak hanya itu, ada bekas sperma di dekat kemaluannya,” ungkap Dewi, seperti dilansir Poskotanews.
Nasib malang yang menimpa gadis itu terungkap dari rasa iba sepasang suami istri yang hendak membeli bakso di sekitar lokasi. Mereka tanpa sengaja melihat korban tergolek di trotoar jalan dengan tidak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya, hanya ditutupi kain sarung.
Dari rasa iba melihat kondisinya, kemudian suami istri itu bertanya kepada warga sekitar yang mengatakan bahwa anak perempuan tersebut telah lima hari berada di tempat itu.
Untuk mengetahui lebih jelas, suami istri itu mendatanginya dan bertanya. Anak tersebut mengaku dari panti asuhan. Bocah itu juga mengatakan jika dirinya telah dipukuli dan diperkosa orang tak dikenal.
Karena menjadi korban kekerasan seksual dan penganiayaan, pasangan suami istri itu lalu menghubungi pihak Puskesmas Rawat Inap Sukaraja.
Mendapat informasi itu, pihak Puskesmas datang dan membawa korban ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Agar mendapat perawatan intensif dan memadai, pihak puskesmas membawa putri malang itu ke RSUDAM Lampung.
Dari pantauan di ruang rawat inap RSUDAM Bandar Lampung, hingga saat ini kondisinya terlihat berangsur membaik, meski masih memprihatinkan didera perasaan takut. (*)
Nasib malang yang menimpa gadis itu terungkap dari rasa iba sepasang suami istri yang hendak membeli bakso di sekitar lokasi. Mereka tanpa sengaja melihat korban tergolek di trotoar jalan dengan tidak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya, hanya ditutupi kain sarung.
Dari rasa iba melihat kondisinya, kemudian suami istri itu bertanya kepada warga sekitar yang mengatakan bahwa anak perempuan tersebut telah lima hari berada di tempat itu.
Untuk mengetahui lebih jelas, suami istri itu mendatanginya dan bertanya. Anak tersebut mengaku dari panti asuhan. Bocah itu juga mengatakan jika dirinya telah dipukuli dan diperkosa orang tak dikenal.
Karena menjadi korban kekerasan seksual dan penganiayaan, pasangan suami istri itu lalu menghubungi pihak Puskesmas Rawat Inap Sukaraja.
Mendapat informasi itu, pihak Puskesmas datang dan membawa korban ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Agar mendapat perawatan intensif dan memadai, pihak puskesmas membawa putri malang itu ke RSUDAM Lampung.
Dari pantauan di ruang rawat inap RSUDAM Bandar Lampung, hingga saat ini kondisinya terlihat berangsur membaik, meski masih memprihatinkan didera perasaan takut. (*)
