Notification

×

Mutilasi Pansor, Penyidik Polda Lampung Bawa BB dari Labfor

27 July 2016 | 21:32 WIB Last Updated 2016-07-27T22:33:32Z
Komisaris Besar Zarialdi membawa barang bukti (BB). | foto: ist

LAMPUNG ONLINE - Penyidik dari Polda Lampung yang dipimpin Dir Reskrimum Polda Lampung Kombes Pol Zarialdi datang ke Polda Sumsel dengan menumpang helikopter, Selasa (26/7/2016), untuk membawa barang bukti (BB) terkait pembunuhan disertai mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor.

Barang bukti yang dibawa penyidik Polda Lampung itu seperti senjata api jenis revolver kaliber 38, golok, dan baju, sandal dan barang bukti lainnya, guna dilakukan penelitian dan uji balistik di Labfor Cabang Palembang.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova didampingi Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga dan Dir Reskrimum Polda Lampung Kombes Pol Zarialdi menuturkan, penyidik dari Polda Lampung datang Polda Sumsel untuk melakukan uji balistik dan perbandingan terhadap alat-alat bukti yang ada.

"Labfor Cabang Palembang yang ada di Polda Sumsel memang membawahi Polda yang ada di Sumbagsel. Barang bukti yang dibawa ini diperlukan untuk pembuktian dan uji balistik, gunanya untuk bahan penyelidikan," ujarnya.

Beberapa barang bukti yang dibawa dari penyidik Polda Lampung berupa senjata api jenis revolver kaliber 38, golok, baju, sandal dan barang bukti lainnya termasuk proyektil untuk pembanding. Tujuannya agar mengetahui barang bukti yang ada ini apakah milik pelaku pembunuhan atau milik korban M Pansor.

Kepastian hasil barang bukti yang dibawa penyidik Polda Lampung, baru dapat dipastikan setelah hasil uji balistik dan perbandingan sudah dikeluarkan Labfor Cabang Palembang. Sehingga, dapat dipastikan barang bukti yang diperoleh milik pelaku atau milik korban.

"Proses penyelidikan ditangani Polda Lampung dan sekarang masih dalam proses penyelidikan. Polda Sumsel ikut membantu penyelidikan dan karena barang bukti baru dibawa ke Labfor sehingga menunggu terlebih dahulu hasil dari Labfor," jelas Djarod, seperti dilansir Sripoku.

Ketika disinggung mengenai barang bukti yang diperoleh dan dari informasi yang ada jika sudah ada dua tersangka yang diamankan, pihak penyidik enggan memberikan keterangan secara pasti dimana barang bukti diamankan. 

Begitu pula dengan dua pelaku yang diduga telah diamankan, penyidik masih enggan buka suara. Karena memang, hingga saat ini masih terus dilakukan penyelidikan dan pengembangan terkait pembunuhan disertai mutilasi terhadap anggota DPRD Lampung M Pansor yang ditemukan beberapa waktu lalu di OKU Timur yang hanya tinggal kerangka dan bagian kepala.

"Belum ada yang ditetapkan tersangka, karena masih penyelidikan. Barang bukti yang dibawa ke Polda Sumsel juga barang bukti lama yang tujuannya untuk bahan penyelidikan," pungkas Djarod. (*)