Notification

×

Kasus Mencuat, Brigadir Medi Cerita Kenal Dekat dengan Pansor

31 July 2016 | 10:42 WIB Last Updated 2016-07-31T03:55:56Z
Medi Andika (dok. facebook)

BANDAR LAMPUNG - Dalam kasus pembunuhan terhadap anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, dengan cara ditembak dan dimutilasi, polisi telah menetapkan oknum anggota Polresta Bandar Lampung Brigadir Medi Andika  dan Tarmizi, pedagang Mie Aceh.

Rekan kerja Brigadir Medi di Polresta Bandar Lampung mengaku kaget atas keterlibatan Medi dalam kasus mutilasi Pansor. Sejumlah anggota polresta yang ditemui menyebutkan bahwa Medi merupakan sosok yang pendiam.

Bahkan, setelah kasus Pansor mencuat dan menghebohkan publik, rekan kerja Medi menilai tak ada gejala-gejala keanehan dari perilaku Medi.

"Dia orangnya diam, kalau diajak ngobrol baru dia ngomong. Tapi, terus terang kami kaget, gak nyangka," kata seorang anggota Polresta Bandar Lampung yang enggan namanya ditulis, Kamis (28/7/2016).

Namun, menurut anggota polisi yang sempat satu unit kerja dengan Brigadir Medi, setelah kasus Pansor mencuat, Medi sempat bercerita tentang kedekatan dan kenal dengan Pansor.

"Pas kejadian itu sempat bilang dekat dengan Pansor (korban), tapi kita biasa aja. Gak nyangka kalau dia pelakunya," jelasnya.

Anggota Polresta lainnya mengungkapkan, tak ada perilaku berbeda dari Medi setelah mencuatnya kasus mutilasi Pansor. Keseharian Medi tak berbeda seperti sebelumnya. Medi pun berdinas seperti biasanya.

"Gak ada yang beda, pribadinya juga sama kayak dulu. Dia tetap dinas, gak kelihatan gelisah," ungkap anggota Polresta ini.

Ia mengungkapkan, Medi sudah berkeluarga. Istri Medi juga bertugas di Polresta Bandar Lampung.

"Istrinya juga di Polresta, kalau gak salah bagian lantas (Satuan Lalu Lintas)," ujar anggota polisi berpangkat brigadir ini, seperti dilansir Tribunlampung. 

Rajin Shalat

Proses penyidikan polisi yang menyeret Brigadir Medi Andika, dalam kasus pembunuhan anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, dengan cara ditembak lalu dimutilasi, mengejutkan para tetangga Medi di Perumahan Permata Biru, Sukarame.

Brigadir Medi merupakan satu dari dua tersangka kasus pembunuhan diserati mutilasi terhadap M Pansor. Medi ditangkap di rumahnya. Selain Medi, polisi menetapkan tersangka lain bernama Tarmizi.

Warga yang tinggal di sekitar kediaman Brigadir Medi, tak menyangka mantan ajudan Kapolresta Bandar Lampung, ketika dijabat Kombes Dwi Irianto, tersebut terlibat kasus Pansor.

"Saya tidak menyangka dia (Medi) terlibat," ujar Suharto, tetangga, Kamis (28/7). Selama tinggal di Perumahan Permata Biru, kata Suharto, Medi adalah sosok yang ramah.

Suharto mengutarakan, Medi termasuk orang yang bermasyarakat. Rekam jejak pergaulannya dengan tetangga pun bagus.

Menurut Soeharto, tidak ada hal yang mencurigakan dari tingkah laku Medi selama ini. Termasuk setelah mencuatnya kasus Pansor.

M Rasyid, tetangga depan rumah tersangka Medi, mengatakan hal serupa. Ia sama sekali tidak menduga Medi terlibat pembunuhan Pansor.

"Orangnya ramah. Kalau kita tidak negor, dia negor duluan," ucap dia.

Setiap ada acara di lingkungan, Medi selalu hadir. Menurut Rasyid, Medi termasuk sosok yang rajin beribadah.

"Setahu saya setiap subuh dia shalat di masjid," ungkapnya. 

Rasyid sering melihat Medi menyapu halaman rumah dan mencuci mobil. 

"Dia biasanya pergi keluar rumah pukul 05.30 WIB," katanya.

Rasyid mengatakan, Medi termasuk keluarga kaya. Rasyid pun mengaku sering melihat keluarga Medi dari Martapura, Sumatera Selatan, datang ke rumah Medi mengendarai mobil Pajero.

"Medi masih shalat Jumat di masjid sini," katanya. (*)