Notification

×

Hilang 10 Bulan, Balita Asal Lampung Ditemukan di Depok

04 July 2016 | 19:29 WIB Last Updated 2016-07-10T23:59:07Z
Pasutri Heru dan Silvia bersama NA (baju putih) balita yang sempat hilang dan dua kakaknya. (foto: tribunlampung)

LAMPUNG - Setelah dilaporkan hilang sejak September 2015 lalu, aparat hukum dari Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Polda Lampung menemukan NA (4), di sebuah rumah di Depok, Jawa Barat, pada Minggu (3/7/2016).

"NA adalah korban penculikan. Petugas menangkap dua tersangka yang menculik korban," jelas Kasubdit IV Renakta Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ferdyan Indra Fahmi, Senin (4/7/2016).

Kedua tersangka adalah Joni (40) dan Fitri (27) pasangan suami istri yang merupakan paman dan bibi korban. Kondisi NA dalam keadaan sehat saat ditemukan bersama kedua tersangka. Polisi kini menyerahkan NA kepada kedua orangtuanya.

"Motif pasangan suami istri Joni dan Fitria menculik NA karena ingin memilikinya. Joni dan Fitria kurang lebih sudah lima tahun membina rumah tangga. Namun pasangan suami istri ini tidak dikaruniai anak," ujar Ferdyan. 

Mereka pun memutuskan untuk menculik NA, anak saudaranya sendiri. NA adalah anak dari pasangan Heru dan Silvia. Sedangkan Silvia dan Fitria merupakan saudara sepupu.

"Pasangan Joni dan Fitria menyayangi NA sejak lahir. Mereka sering merawat NA dari bayi, karena untuk 'pancingan' agar bisa punya anak," ucap Ferdyan. 

Tapi Tuhan belum juga memberikan anak kepada Joni dan Fitria. Menurut Ferdyan, mereka merencanakan untuk membawa lari NA dari tangan orangtuanya. 

"Mereka mau memiliki NA seutuhnya sebagai anak, makanya dibawa kabur dari orangtuanya," kata Ferdyan.
 
Polisi menangkap Joni dan Fitria dan menjadikan keduanya tersangka kasus penculikan anak. Pasangan suami istri Joni dan Fitria sudah merencanakan penculikan terhadap NA. 

Menurut Ferdyan, awalnya kedua tersangka datang ke rumah pasangan Heru dan Silvia, orangtua NA. Joni dan Silvia datang ke rumah Heru bersama bibinya berinisial H pada September 2015. 

"Mereka mau meminjam NA dan berjanji mengembalikan NA esok harinya," ujar Ferdyan.

Orangtua NA tidak menaruh curiga karena ada bibi H yang meyakinkan mereka. Heru mengizinkan Joni dan Fitria membawa NA. 

"Ternyata Joni dan Silvia ini langsung membawa NA ke Jakarta," ujar Ferdyan. 

Keduanya tidak mengembalikan NA ke orangtuanya. Selama dalam penguasaannya, Joni dan Silvia empat kali berpindah tempat yaitu dari Jakarta ke Tangerang ke Bogor dan terakhir di Depok. Menurut Ferdyan, kedua tersangka sengaja berpindah-pindah tempat agar tidak bisa terlacak, seperti dilansir Tribunlampung.

Berkah Lebaran

Sementara, pasangan Heru dan Silvia sangat gembira begitu mendapat kabar anaknya yang hilang selama 10 bulan, ditemukan polisi dalam keadaan sehat. 

"Kami ditelepon polisi pagi tadi, diberitahu NA sudah ditemukan. Makanya kami langsung kesini (Polda Lampung) untuk menjemput NA," ujar Heru.

Heru dan Silvia tampak memegangi NA. Raut senang terlihat di wajah keduanya. Mereka menggendong NA di ruang Renakta Polda Lampung. 

"Ini berkah lebaran. Kehadiran NA, anak kami adalah hadiah lebaran bagi kami. Terima kasih pak polisi," kata Silvia sembari menitikkan airmata.

Heru dan Silvia tak menyangka NA bisa ditemukan. 

"Ini adalah mukjizat. Jika kami tidak lapor polisi, anak kami mungkin tidak akan pernah ditemukan," kata dia. NA adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Heru-Silvia.

Pasangan Heru dan Silvia membeberkan kronologi penculikan anaknya, NA, oleh paman dan bibinya sendiri Joni dan Fitria. Peristiwa itu terjadi pada September 2015 di malam hari. Heru mengatakan, Joni dan Silvia datang ke rumahnya di Kemiling sekitar pukul 22.00 wib.

"Mereka datang malam hari. Alasannya kangen mau ketemu NA. Keduanya lalu menggendong NA. Mereka lalu bilang mau 'pinjam' NA sehari saja. Mereka janji besok mau dikembalikan," kata Heru.

Heru dan Silvia tidak curiga karena Fitria adalah sepupu Silvia. Heru mengatakan, dirinya memperbolehkan Joni dan Fitria membawa NA pulang. Tetapi keesokan harinya, Joni dan Fitria tidak mengembalikan NA. Heru bersama Silvia memutuskan mencari NA namun tidak ketemu.

"Kami tanya ke saudara-saudara yang mengenal Joni dan Fitria tapi saudara juga tidak tahu. Bahkan kami dimusuhi oleh saudara sendiri gara-gara mencari NA," jelas Heru. 

Dia sudah mencari NA ke semua tempat namun tidak juga ditemukan. Awalnya Heru dan Silvia berharap Joni dan Fitria akan mengembalikan NA. Tapi sudah dua bulan, tidak ada tanda-tanda NA kembali. Heru dan Silvia memutuskan melapor ke polisi pada Desember 2015. 

"Alhamdulillah berkat melapor, anak kami ditemukan," ucap Silvia. (*)