Notification

×

Dua Tersangka Ditahan, Tarmizi Pakai Arloji Milik Pansor

28 July 2016 | 08:46 WIB Last Updated 2016-07-28T01:49:18Z
Ike Edwin (ist)

LAMPUNG - Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin memastikan Brigadir Medi Andika (MA), anggota Polresta Bandar Lampung; dan Tarmizi alias Dede (TA), karyawan sebuah warung makan, yang ditangkap pada Selasa (26/7/2016), menjadi tersangka kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor.

"Ya, mereka sudah tersangka. Sudah diperiksa sejak kemarin oleh penyidik," ujar Ike kepada wartawan, Rabu (27/7/2016) petang.

Arloji yang dipakai Tarmizi diduga milik Pansor menjadi petunjuk mengungkap kasus ini. Menurut Ike, kedua tersangka juga sudah ditahan. Informasi yang didapat, Medi dan Tarmizi ditahan di tempat berbeda.

Medi ditahan di rumah tahanan Polda Lampung. Sedangkan, Tarmizi ditahan di rumah tahanan Polresta Bandar Lampung.

Mengenai motif, Ike belum mau mengungkapkan karena masih dalam pendalaman. Ia mengatakan, penyidik masih mencocokkan bukti-bukti yang didapat.

Mengenai barang bukti yang dibawa ke Polda Sumatera Selatan dan Mabes Polri, Ike mengaku belum mendapat laporan dari Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Zarialdi. Menurut dia, bukti-bukti yang dibawa itu masih perlu analisis untuk menguatkan pembuktian.

Sebelumnya diberitakan, Petugas Jatanras Polda Lampung menangkap MA di rumahnya di Sukarame, Selasa (26/7/2016). Polisi menangkap MA karena diduga terlibat kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung, M Pansor. Selain MA, polisi juga menangkap satu orang lainnya berinisial TA.

Pansor merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung. Legislator ini dinyatakan menghilang pertengahan April 2016. Kasus ini terungkap bermula dari adanya penemuan mayat mutilasi tanpa identitas di Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Warga hanya menemukan sepasang kaki dan potongan kepala. Sementara potongan badan hingga kini belum ditemukan, seperti dilansir Tribunlampung.

Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan cukup panjang, termasuk tes deoxyribonucleic acid (DNA) di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, identitas mayat akhirnya teridentifikasi M Pansor. (*)