METRO - Kota Metro, Provinsi Lampung mendapat kunjungan/travel dialog dari Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, yang berlangsung di Aula SMKN 2 Kota Metro, Kamis (28/7/2016).
Kegiatan tersebut dihadiri Plh Sekda Kota Metro, Ketua dan Rombongan Travel Dialog dari Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kota Metro, SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Metro yang terkait, Kepala SMA/SMK, SMP se-Kota Metro, Biro Travel dan peserta Travel Dialog.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Endah Sri Widiastuti selaku Ketua Rombongan, menyampaikan bahwa tujuan dari Kunjungan/Travel Dialog ke Kota Metro yakni untuk bersilaturahmi, dan juga sebagai upaya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan para Pelaku Wisata untuk memperkenalkan potensi Pariwisata dan Pendidikan dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Dipilihnya Kota Metro dalam kunjungan ini karena banyaknya informasi dari para pelaku wisata, bahwa wisatawan dari Lampung khususnya Kota Metro cukup banyak yang berkunjung ke Yogyakarta," jelasnya.
Sementara, dalam sambutan Walikota Metro Pairin yang disampaikan oleh Plh. Sekda Kota Metro Khaidarmansyah, mengatakan Pemkot Metro menyambut baik serta mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan Travel Dialog tersebut, sebagai Wahana Promosi akan Potensi Wisata, khususnya wisata Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kota Metro.
“Kami berterimakasih kepada Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengajak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul atas kunjungannya untuk mempromosikan pariwisatanya dan mengajak Kota Metro untuk bekerjasama dalam pengembangan pariwisata. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan dapat menjadi bahan dalam menyusun program-program kerja yang ada didalam SKPD maupun di dalam Dinas Pariwisata untuk mengembangkannya”, ungkap Plh. Sekda Kota Metro, Khaidarmansyah.
Khaidarmansyah juga menambahkan mengenai pariwisata yang di Kota Metro, selain odong-odong yang menjadi wisata di Kota Metro, akan direncanakannya pengembangan wisata di Dam Raman pada perubahan anggaran tahun 2016/2017.
Kemudian, pengembangan pariwisata di Bumi Perkemahan agro wisata di Sumbersari, dan juga akan diupayakan penertiban kuliner-kuliner usaha di Kota Metro, agar Kuliner di Kota Metro dapat memenuhi persyaratan sebagai kuliner usaha.
"Pengembangan wisata tersebut tentunya dilaksanakan berdasarkan kemampuan dari APBD yang ada," ujarnya.
Dalam kesempatan ini juga, Pemerintah Kota Metro dan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta saling bertukar cinderamata dan bingkisan, dan dilanjutkan dengan Travel Dialog. (arf)
