Notification

×

Menhub Jonan di Lampung, Minta Ruang VIP Bandara Branti Dibongkar

18 June 2016 | 08:59 WIB Last Updated 2016-06-18T01:59:20Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG –
Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengimbau agar pembangunan terminal baru Bandara Radin Inten II (Branti) Lampung tidak mengganggu arus pemudik pada Lebaran 2016. Menurut Jonan, tidak menutup kemungkinan penumpang akan merasa kurang nyaman dengan pembangunan tersebut.

“Saya meninjau ke daerah ini ingin mengetahui seberapa mengganggunya pembangunan ini terhadap aktivitas penumpang, terutama untuk mudik nanti,” kata Jonan saat meninjau pembangunan terminal baru Bandara Radin Inten II di Lampung, Jumat (17/6/2016).

“Terganggu? saya rasa tidak, ‘flow’ (arus) nya masih tetap lancar, tapi memang kurang nyaman, namanya juga ada pembangunan,” tambah dia.

Karena itu, Jonan menghimbau pihak bandara untuk menggenjot pembangunan agar bisa selesai akhir tahun ini. Jonan juga menginginkan agar ruang VIP Bandara Radin Inten II dihilangkan untuk menambah perluasan terminal baru. Selain itu, tujuan dihilangkannya ruang VIP, yaitu untuk menyeragamkan standar pengamanan bandara.

“Menurut saya tidak perlu itu ruang VIP, buat apa, kalau mau seharusnya bersatu dengan ruang terminal, jangan terpisah begitu. Dengan adanya ruang VIP maka personel pengamanan juga harus ditambah. Kalau terpisah begitu yang mengurusnya juga harus lebih banyak orang,” kata Jonan.

Dia mengatakan akan meminta Pemda untuk menyerahkan ruang VIP tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bandara Radin Inten II Lampung Satimin mengatakan untuk pengaturan pemudik bisa diatasi karena baru ada satu pengajuan penerbangan tambahan (extra flight) dari Sriwijaya Air dari H-4 hingga H+4 Lebaran.

“Saat ini masih diproses oleh Ditjen Perhubungan Udara untuk rute Jakarta-Lampung,” katanya.

Terkait pembangunan terminal baru, dia menjelaskan nantinya terminal tersebut bisa menampung sekitar 7.500-8.000 penumpang per hari dari terminal lama yang hanya 1.000 penumpang per hari.

“Diharapkan akan menampung lebih banyak penumpang, karena terminal lama ini sudah sangat padat,” katanya, seperti dilansir laman Moneter.

Satimin menyebutkan luas terminal tersebut, yakni 9.650 meter persegi dengan dilengkapi tempat parkir empat lantai seluas 22.500 meter persegi.

Terkait pembiayaan, dia mengatakan pembangunan terminal serta lahan parkir tersebut didanai APBN 2016 senilai Rp98 miliar untuk gedung terminal dan Rp87 miliar untuk gedung parkir.

“Kita juga tengah membangun ‘skybrigde’ total panjangnya 165 meter untuk pejalan kaki yang akan menghubungkan gedung parkir dan gedung terminal baru,” katanya.

Dari sisi udara, Satimin mengatakan pihaknya juga tengah memperpanjang landasan pacu (runway) dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter agar bisa didarati pesawat berbadan besar (wide body).

“Setidaknya pesawat Airbus A320,” katanya. Dia juga akan memperluas apron, sehingga bisa menampung 12 pesawat terpakir sekelas Boeing 737.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubunhan Suprasetyo menilai dari sisi pemagaran sudah baik karena sudah sesuai dengan standar Asosiasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), yaitu dengan tinggi 2,4 meter dan bagian bawah terdiri dari beton.

“Jadi, tidak bisa disusupi penumpang gelap,” katanya.

Saat meninjau menara pengatur lalu lintas udara (ATC Tower) yang dioperasikan oleh Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia), dia memerintahkan agar ketepatan waktu menjadi fokus utama.

“Jamnya diganti dengan yang standar, waktu dalam ATC itu sangat penting dan minimal harus ada dua jam acuan,” ujar dia. (*)