![]() |
| Herman HN saat meninjau lokasi. (foto: tribunlampung) |
BANDAR LAMPUNG - Setelah mendapat protes dari sejumlah masyarakat pengendara, rekayasa lalu lintas yang dilakukan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN di persimpangan Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Lampung akan dibuka secara permanen.
Selain itu, pemkot juga berencana melebarkan jalan di lokasi tersebut. Namun, pelebaran empat meter di sisi kanan dan kiri tersebut hanya sepanjang sepuluh meter.
Dengan dibukanya jalur tersebut secara permanen, kendaraan dari arah Tanjung Karang diperbolehkan memutar balik di titik tersebut. Sementara lalu lintas dari Jalan Teuku Umar (arah Rajabasa) menuju RSUAM hanya diperbolehkan untuk mobil ambulans.
"Ya sekarang dibuka. Tapi, untuk putar balik yang ke arah Ramayana. Kalau untuk arah rumah sakit hanya boleh mobil ambulans. Tidak diperbolehkan untuk putar balik," kata Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat meninjau persimpangan RSUAM, Senin (6/6/2016).
Untuk memperlancar arus lalu lintas, Herman menginstruksikan personel Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung untuk selalu siaga di lokasi tersebut.
"Harus ada yang jaga dari dinas perhubungan. Jaganya juga bergantian agar tidak menimbulkan kemacetan," imbuhnya, seperti dilansir Tribunlampung.
Terkait rencana pelebaran jalan, Herman mengatakan, hanya akan mengambil lahan sepanjang 10 meter di persimpangan RSUAM.
Terkait rencana pelebaran jalan, Herman mengatakan, hanya akan mengambil lahan sepanjang 10 meter di persimpangan RSUAM.
"Nanti diperlebar empat meter, dengan panjang sekitar 10 meter sebelum lampu merah rumah sakit," terangnya.
Namun, lanjut Herman HN, pelaksanaan pelebaran jalan baru akan dilakukan pada 2017 mendatang.
Namun, lanjut Herman HN, pelaksanaan pelebaran jalan baru akan dilakukan pada 2017 mendatang.
"Kanan dan kiri jalan akan diperlebar empat meter semua, tapi pekerjaan dan anggaran tahun 2017. Tahun ini belum. Masih tahap perencanaan," imbuhnya.
Menurut Herman HN, pelebaran jalan bertujuan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan ketika ada yang memutar arah di titik tersebut.
Menurut Herman HN, pelebaran jalan bertujuan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan ketika ada yang memutar arah di titik tersebut.
"Nanti putaran arah ke Ramayana lebih luas. Makanya diperlebar tahun depan," ujarnya. (*)
