Notification

×

Jalan Lintas Barat Lampung untuk Mudik Rusak Parah!

07 June 2016 | 22:29 WIB Last Updated 2016-07-02T11:17:04Z
Jalan lintas barat. (foto: viva)

LAMPUNG – Ini perlu diketahui bagi calon pemudik yang akan melintasi jalan lintas barat (Jalinbar) di Lampung agar berhati-hati. Pasalnya, hingga kini jalan yang digunakan sebagai jalur mudik itu kondisinya masih rusak parah.

Berdasarkan pantauan di sepanjang jalan lintas barat (Jalinbar), hampir sebagian besar jalan mulai dari Krui menuju Lampung Barat rusak parah. Selain berlubang, jalan tersebut juga rawan tertimpa longsor.

Sementara akses jalan keluar dari Kabupaten Lampung Barat juga sangat memprihatinkan. Padahal rute tersebut termasuk dalam rute jalur mudik.

Ada dua titik yang jalannya sudah terkikis dan nyaris ambles, yang berpotensi membahayakan para pengguna jalan saat mudik Lebaran 2016 ini jika tak segera diperbaiki.

Agus, seorang warga yang melintasi jalan tersebut, mengaku sangat khawatir jika jalan ini tidak segera diperbaiki, karena bisa membahayakan pengguna jalan. Hal senada diungkapkan Bibo, warga yang juga mengeluhkan kondisi jalan pada saat dia melintasi rute tersebut.

"Ini bahaya, sudah jalan rusak parah seperti ini minim penerangan pula," kata warga Bandar Lampung, Bibo di Lampung, Selasa (7/6/2016), seperti dilansir laman Viva.

Kasat Lantas Polres Lampung Barat AKP Iskandar mengatakan, kerusakan jalan diketahui ada di KM 16 Pekon Bandar Baru Sukau Lampung Barat dan KM 20 Pekon Kota Karang Pesisir Utara Pesisir Barat.

Lalu, di KM 22 Pekon Way Narta Pesisir Utara Pesisir Barat, KM 28 tanjakan Way Kancah Pekon Negeri Ratu Pesisir Barat dan KM 25 Pekon Balam Pesisir Utara Pesisir Barat.

"Jalan yang rusak parah ada di lima titik, ada dua di Lampung Barat dan beberapa Di Kabupaten Pesisir Barat dan masih belum ada perbaikan sampai saat ini," kata Iskandar.

Dia mengatakan, pihaknya telah memasang tanda rambu bahaya untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan di titik-titik tersebut.

"Selain itu kami juga terus melakukan pemantauan dengan melakukan patroli," ujar Iskandar. (*)