![]() |
| Angesti semasa hidup (Facebook Angesti) |
LAMPUNG ONLINE – Misteri pembunuhan gadis cantik asal Bandar Lampung, Provinsi Lampung, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi tanpa busana di dalam warung bubur kacang hijau di Desa Kadu Dampit, Sukabumi, Jawa Barat mulai terkuak.
Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Sukabumi, mengamankan seorang pria berinisial DS, sebagai terduga dalang pembunuhan gadis bernama Angesti Sistiana.
Kepala Satreskrim Polresta Sukabumi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jhoni S Nugraha mengatakan, saat ini DS belum ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun DS sudah mengakui telah membunuh gadis berusia 19 tahun itu.
"Kita masih menunggu hasil autopsi jenazah korban dari tim medis," kata Jhoni, Senin (13/6/2016).
Sementara itu, saat diwawancarai di Markas Polresta Sukabumi, DS mengaku, awalnya tidak berniat membunuh Angesti. DS hanya ingin memperkosanya. Tapi, saat DS masuk ke dalam warung dan berusaha memperkosa, korban melawan, seperti dilansir Viva.
"Saya sedang mabuk, karena dia melawan, saya kalap, saya cekik lehernya," kata DS.
DS mengatakan, selama ini, dia memang jatuh hati pada Angesti. Apalagi DS tinggal di rumah yang letaknya bersebelahan dengan warung bubur milik nenek korban, yang selama ini dijadikan tempat tinggal oleh korban.
Angesti ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tanpa busana di dalam warung, Sabtu pagi, 11 Juni 2016. Jenazah gadis itu pertama kali ditemukan neneknya, Imah. Saat Imah akan membuka warung.
Hingga saat ini DS, masih menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polresta Sukabumi. Sementara itu, jenazah Angesti sudah dibawa ke kampung halamannya di Bandar Lampung untuk dikebumikan. (*)
Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Sukabumi, mengamankan seorang pria berinisial DS, sebagai terduga dalang pembunuhan gadis bernama Angesti Sistiana.
Kepala Satreskrim Polresta Sukabumi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jhoni S Nugraha mengatakan, saat ini DS belum ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun DS sudah mengakui telah membunuh gadis berusia 19 tahun itu.
"Kita masih menunggu hasil autopsi jenazah korban dari tim medis," kata Jhoni, Senin (13/6/2016).
Sementara itu, saat diwawancarai di Markas Polresta Sukabumi, DS mengaku, awalnya tidak berniat membunuh Angesti. DS hanya ingin memperkosanya. Tapi, saat DS masuk ke dalam warung dan berusaha memperkosa, korban melawan, seperti dilansir Viva.
"Saya sedang mabuk, karena dia melawan, saya kalap, saya cekik lehernya," kata DS.
DS mengatakan, selama ini, dia memang jatuh hati pada Angesti. Apalagi DS tinggal di rumah yang letaknya bersebelahan dengan warung bubur milik nenek korban, yang selama ini dijadikan tempat tinggal oleh korban.
Angesti ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tanpa busana di dalam warung, Sabtu pagi, 11 Juni 2016. Jenazah gadis itu pertama kali ditemukan neneknya, Imah. Saat Imah akan membuka warung.
Hingga saat ini DS, masih menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polresta Sukabumi. Sementara itu, jenazah Angesti sudah dibawa ke kampung halamannya di Bandar Lampung untuk dikebumikan. (*)
