Notification

×

Mogok Makan Kampus 'Cuek', Aksi di IAIN Lampung Ricuh

20 May 2016 | 23:15 WIB Last Updated 2016-05-20T16:15:35Z
(foto: lampost)

LAMPUNG - Dipicu karena pihak kampus tidak ada yang menemui pengunjuk rasa yang melakukan aksi mogok makan, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN (AMPI) marah.  

Massa menyegel beberapa gedung fakultas dengan menggunakan kayu dan meja. Pengunjuk rasa juga melakukan sweeping ke dalam gedung dan memaksa para dosen untuk keluar.

Selain membakar ban, massa berusaha mendobrak masuk menerobos penjagaan polisi dan satpam. Setelah kaca jendela pecah, ratusan personil kepolisian mengejar dan massa bubar seketika. Polisi menangkap empat mahasiswa yang diduga provokator aksi.

Kepala Satuan Intel Polresta Bandar Lampung Kompol Andik Purnomo Sigit mengatakan mahasiswa boleh menyampaikan aspirasi, tapi jangan melakukan tindakan anarkis. 

"Aksi kalian sudah tidak murni lagi. Kalian disusupi, ini barang buktinya, linggis, palu, golok, dan bensin," tuturnya sambil menunjukkan sejumlah senjata tajam yang didapat dari pengunjuk rasa.

Harusnya, lanjut dia, semua kegiatan yang dilakukan mahasiswa ada laporan yang jelas. 

"Kalian tertib kami segan kalian brutal kami layani," imbuhnya, seperti dilansir Lampost.

Sementara, Rektor IAIN Raden Intan Lampung Prof M Mukri menyayangkan tindakan penyegelan kantor dekanat dan aksi bakar ban yang dilakukan mahasiswa. 

"Tindakan itu sudah mengarah pada tindakan anarkis, maka kami pimpinan akan laporkan pada pihak berwajib untuk mengambil tindakan hukum. Negara ini negara hukum, bukan negara memaafkan," kata Mukri.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN (AMPI) berunjuk rasa menolak kebijakan kampus. Massa menyegel beberapa gedung fakultas dengan menggunakan kayu dan meja.

Pengunjuk rasa juga melakukan sweeping ke dalam gedung dan memaksa para dosen untuk keluar. Puncak aksi adalah dengan membakar ban di depan gedung rektorat IAIN. Beberapa mahasiswa bahkan naik gedung untuk mengibarkan bendera.

Namun, pihak kampus tidak ada yang menemui pengunjuk rasa. Mahasiswa menuntut kampus untuk mencabut pembekuan UKM Seni Budaya Islam dan menghentikan infak wajib kepada seluruh mahasiswa. (*)