Notification

×

Mayat Wanita Cantik di Mesuji Lampung Terkubur dalam Septic Tank

24 May 2016 | 22:06 WIB Last Updated 2016-05-24T15:11:22Z
Siti Jaroah (facebook)

LAMPUNG -
Warga Mesuji, Lampung digemparkan dengan penemuan mayat Siti Jaroah binti Wahid (40), warga Desa Wira Jaya RK 03 RT 09, Kecamatan Tanjung Raya, yang hilang sejak Rabu (11/5/2016) lalu. Jasad wanita nahas itu ditemukan pukul 09.30 WIB, Selasa (24/5) .

Mirisnya, mayat perempuan berparas cantik yang akrab disapa Jaroah itu terkubur dalam septic tank yang berada di belakang rumahnya. Diduga, jasad Siti sudah 13 hari terbenam di saluran pembuangan WC (water closet) tersebut. Mayat korban terlihat sudah membusuk dengan perut menggelembung besar.

"Sebelumnya kami mendapat laporan dari Kepala Desa Wira Jaya dan warga sekitar tentang hilangnya korban (Jaroah). Dia terakhir kali diketahui ribut dengan suaminya pada Rabu (11/5) lalu,” ujar Kapolsek Tanjung Raya AKP Kurmen Rubiyanto.

Lalu, Kapolsek beserta Kepala Desa Maryanto dan warga kemudian mengambil inisiatif untuk mencari korban. Apalagi ada dugaan korban dibuang ke septic tank. Pasalnya, lubang cor septic tank ada plastik dengan noda darah.

Akhirnya, kecurigaan warga terbukti. Ketika dibongkar, didapati mayat korban yang diduga kuat tewas dibunuh, yang di bagian kepalanya terdapat luka lebam.

Masyarakat langsung menuding pelakunya adalah suami korban, Khairul Anam (45), Itu karena sejak ribut dengan istrinya, Anam menghilang.

 “Sejak korban pulang dari perantauannya di Bangka Belitung, keduanya selalu bertengkar,” ungkap Maryanto, seperti dilansir Radarlampung.

Mayat yang sudah membusuk itu langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Raya. Berbagai spekulasi pun muncul terkait penyebab pembunuhan. Antara lain korban berselingkuh hingga akhirnya memicu kemarahan Anam dan berujung pada pembunuhan tersebut.

Menurut  Maryanto, Anam adalah warga pendatang dari Pulau Jawa. Anam pernah menikah dan kemudian bercerai lalu kemudian menikah dengan Jaroah.

Sementara, korban, dari suami sebelumnya, sudah memiliki seorang anak laki-laki berusia sekitar 17 tahun, yang mondok di pesantren di daerah Unit II, Tulang Bawang. 

“Pelaku belum tertangkap dan masih kita buru. Mengenai mayat korban akan kita kembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kapolres Mesuji AKBP Puji Sutan. (*)