Notification

×

Belangiran, Tradisi Sucikan Diri Muslim Lampung Sambut Ramadhan

29 May 2016 | 08:12 WIB Last Updated 2016-05-29T01:12:53Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG - Dalam setiap menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, umat muslim Lampung memiliki tradisi mensucikan diri dengan 'Belangiran', yakni ritual mandi di sungai untuk membersihkan diri yang bermakna suci jasmani maupun rohani.

Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri, pernah mewanti-wanti agar ritual Belangiran tidak dimaknai macam-macam. Tradisi ini hanya sebuah bentuk ucapan syukur dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.

''Ini sekaligus dalam rangka melestarikan budaya Lampung agar tidak punah dimakan zaman,'' katanya, seperti dilansir Republika, Minggu (29/5/2016).

Mensucikan diri menyambut bulan suci Ramadhan tidak hanya membersihkan jasmaniah saja, tapi lebih berorientasi kepada mensucikan diri dan hati dari rasa iri, dengki, benci, sombong, dan rasa dendam pada seseorang.

Selain itu, mensucikan harta yang dimiliki dengan mengeluarkan zakat dan sedekah serta melengkapinya dengan melakukan permohonan maaf pada kedua orang tua, saudara kandung, kerabat-kerabat. 

''Karena, kita tak pernah luput dari kesalahan,'' kata Bachtiar.

(foto: istimewa)

Ridho Hentikan 'Belangiran' 

Namun pada tahun 2015 lalu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menghentikan tradisi 'belangiran' atau mensucikan diri dengan mandi jelang Ramadhan tahun ini. 

Beberapa tahun belakangan, kegiatan ini rutin dilakukan Pemprov Lampung. Tradisi ini biasa dilakukan sepekan sebelum hari pertama puasa Ramadhan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Lampung saat itu, Ahmad Chrisna Putra mengatakan, berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung, Herlina Warganegara, tidak ada budaya belangiran pada tahun ini.

"Sementara ini tidak ada acara belangiran, seperti tahun-tahun sebelumnya," jelasnya, Kamis (11/6/2015).

Diungkapkannya, alasan tidak diadakannya tradisi belangiran setiap memasuki bulan Ramadhan tersebut, karena menyalahi Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2014, tentang Hidup Sederhana.

"Acara yang sifatnya seremonial dikurangi, sesuai instruksi KemenPAN-RB," ujar Chrisna.

Sebelumnya, ribuan warga Lampung kerap menggelar tradisi mensucikan diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Namanya belangiran, yaitu tradisi mandi bersama untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan, seperti dilansir Harianlampung.

Ritual belangiran ini biasanya dilaksanakan di Sungai Sumur Putri (Kali Akar), Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Warga sangat menikmati tradisi tersebut. Mereka beramai-ramai turun ke sungai. Tradisi belangiran sebenarnya sama dengan ritual serupa di daerah lain.

Di Jawa, misalnya, warga mengenalnya dengan sebutan 'padusan'. Sementara itu, warga Minang menyebutnya dengan mandi 'balimau'. Intinya adalah ritual membersihkan diri menyambut Ramadhan.

Belangiran merupakan agenda tahunan yang diangkat Pemprov Lampung sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan warisan budaya. (*)