Notification

×

Anggota DPRD Lampung Toto Herwantoko Tutup Usia

29 May 2016 | 07:29 WIB Last Updated 2016-05-29T00:42:00Z
Toto Herwantoko (facebook)

LAMPUNG – Innalillahi wa innailaihirojiun.. Lampung berduka. Anggota DPRD provinsi yang menjabat wakil ketua H. Toto Herwantoko meninggal dunia di Rumah Sakit Advent pukul 02.40 WIB, Minggu (29/5/2016) karena sakit.

Pria kelahiran 4 November 1955 ini, merupakan salah satu pentolan Partai Demokrat Lampung. Ia memiliki karir politik yang cukup mumpuni.

Sosok H. Toto Herwantoko amat familiar di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Lampung. Pembawaannya yang low profile namun selalu semringah, membuatnya banyak disukai.

Mengawali dari pengusaha sukses, ia terpilih menjadi legislator sejak 2004 silam. Sebagai pengusaha sekaligus ketua Hiswana Migas Provinsi Lampung, acapkali ia melakukan manuver-manuver nyata untuk membantu kepentingan rakyat utamanya, berkaitan dengan urusan bahan bakar minyak dan gas.

Kiprahnya di partai pun cukup mantap. Sempat menjabat sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung, pengaruh Toto cukup kuat. Bukan saja karena dalam pembawaannya yang pendiam tercuat ide dan gagasan-gagasannya yang cemerlang, tetapi juga kedekatannya dengan berbagai kalangan.

Suami Srinidianti ini meninggalkan empat orang anak yakni Anugrah Hayi Prihantoko, Moh Yasin Ade Hermanto, Arya Waskita Triharyanto dan Tasya Febrika Permatasari.

Saat ini, pelayat terus berdatangan di rumah duka Jl. Way Ngarip No 8, Pahoman, Bandar Lampung.

Toto Herwantoko saat dirawat di rumah sakit. (facebook)

Sementara, putri bungsu almarhum Toto, Tasya Febrika dalam laman facebook yang dikirim melaui Path, juga mengunggah kenangan selama mendampingi Toto di rumah sakit, seperti dilansir Radarlampung

Ayah super.. Kau ayah terbaik yang aku miliki.. Kamu salah satu orang yang tidak akan pernah menyakitiku.. Yang memelihara aku.. melindungi aku.. mengajari aku.. memberi aku kebahagiaan.. Aku sangat mencintaimu, ayah.. Aku akan sangat merindukan engkau.. Dan aku berharap Allah swt akan memberimu tempat terbaik bagimu ayah.. Aku akan baik-baik saja.. Dan aku mengikhlaskan kau pergi.. Selamat tinggal ayah.." (*)