LAMPUNG UTARA - Puluhan rumah warga di Sukadana Hilir, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, Provinsi Lampung dibakar massa, Selasa pagi (2/2/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat aksi pembakaran rumah tersebut sedikitnya 25 rumah dilaporkan hangus.
Rumah yang terbakar tersebut jaraknya tidak berdekatan dan kondisinya ada yang sudah permanen dengan dinding dari batako.
Penyerangan warga ini buntut dari ditemukannya jasad pelajar Kelas VI Sekolah Dasar (SD) bernama Muhamad Jaya Saputra (13), yang tewas dibungkus karung di aliran Sungai PTPN 7 Tebu Bungamyang, pagi tadi.
Aparat kepolisian dari Polres Lampung Utara sudah bersiaga di tempat kejadian. Pihak kepolisian setempat memastikan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh aksi pembakaran oleh sejumlah warga di kampung tersebut.
Polres Lampung Utara menerjunkan kekuatan penuh menjaga lokasi penyerangan warga satu desa di Kampung Suka Dana Hilir, Kecamatan Bungamayang, Lampung Utara.
Puluhan personel ini bergabung dengan 250 orang personel polisi dan TNI yang sudah berada di lokasi penyerangan. Dari data sementara, penyerangan menyebabkan 25 rumah rusak dan hangus terbakar.
Hingga kini, polisi dan TNI sudah mengungsikan puluhan warga korban penyerangan ke lokasi lebih aman. Banyaknya aparat yang melakukan penjagaan, membuat suasana lokasi kian mencekam, seperti dilansir Sindonews.
Kronologi
Sebelumnya, pada Selasa pagi (2/2/2016) sekitar pukul 09.00 WIB jasad Muhamad Jaya Saputra warga Sukadana Hilir yang hilang selama sepekan ditemukan warga.
Mayat bocah SD tersebut ditemukan terbungkus dalam karung di pinggir rawa areal perkebunan tebu milik PTPN VII tersebut.
Korban diduga kuat tewas karena dibunuh. Saat ditemukan korban juga masih mengenakan seragam sekolah dasar.
Sekitar dua hari lalu anggota Polres Lampung Utara telah mencari bocah malang tersebut dengan mengerahkan anjing pelacak. Lalu anjing pelacak itu mengitari dua rumah penduduk di kampung tersebut.
Menurut Hermanto mandor tebu di lokasi, keluarga korban langsung datang ke lokasi memastikan jasad yang ditemukan warga adalah mayat M Jaya Saputra yang sudah menghilang sejak sepekan lalu. Korban menghilang usai pulang sekolah.
Sekitar pukul 09.30 WIB Polisi mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi sebelum melakukan autopsi di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Lalu sekitar pukul 10.00 WIB warga sekitar tempat perkebunan tersebut mulai berdatangan dan membakari sejumlah rumah milik penduduk pendatang. (*)
