Notification

×

Perampok Sadis Kabur dari Mapolda Lampung Tewas

09 February 2016 | 19:14 WIB Last Updated 2016-07-31T11:20:25Z
 Tersangka Wisnu Herlambang (paling kanan). | dok

LAMPUNG - Akhirnya, tersangka perampok mobil travel sadis yang kabur dari sel tahanan Markas Polda (Mapolda) Lampung dan tertangkap di Medan, Sumatera Utara, Wisnu Herlambang, mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara Lampung akibat pendarahan.

"Tersangka perampok mobil travel itu meninggal dunia pada Jumat (5/2/2016) malam," jelas Direktur Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. Zarialdi, saat ditemui di ruangannya, Selasa (9/2) siang.

Menurut dia, tersangka mengalami pendarahan saat memasuki wilayah Lampung dalam perjalanan dari Medan. Dia meninggal dunia setelah beberapa jam menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

"Pada hari Jumat siang masuk Rumah Sakit. Malam harinya dia meninggal dunia," ungkap Zarialdi.

Setelah tersangka meninggal dunia, petugas menghubungi pihak keluarganya.

"Jenazahnya telah kita serahkan ke pihak keluarga yang ada di Metro," ujar Zarialdi, seperti dilansir Harianlampung.

Dijelaskan, tersangka Wisnu terkenal sadis dan tak mengenal kata takut atau jera dengan tindakan tegas petugas. Setiap kali akan disergap, tersangka selalu melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri.

Pertama, saat diamankan di rumah kontrakan di daerah Kemiling, Bandar Lampung dia melawan dan terpaksa petugas menembak kakinya. Berikutnya, setelah kabur dari tahanan Mapolda Lampung ke Medan, saat akan disergap Wisnu juga melakukan hal serupa, hingga terpaksa kembali dilakukan tindakan tegas.

Saat dilumpuhkan di Medan, tersangka sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Setelah kondisinya membaik dan akan dibawa ke Lampung melalui jalan darat, di tengah perjalanan tersangka kembali melakukan perlawanan aktif terhadap anggota.

Karena dianggap berbahaya, terpaksa tersangka Wisnu kembali ditembak kakinya.

"Dia mengalami pendarahan, dan langsung dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, hingga akhirnya meninggal," pungkas Zarialdi. (*)